Mengenal Program Pesantren Preneur, Yang Didukung Bank Kalsel
Foto Ilustrasi - Budidaya Padi Apung salah satu inovasi pilihan mengatasi tantangan iklim dan banjir.(Foto-Humas Bank Kalsel).
Komitmen Bank Kalsel peduli terhadap dunia pendidikan, tak hanya untuk kalangan sekolah negeri semata, namun juga menyasar kepada sekolah-sekolah berbasis keagamaan. Bank Pembangunan Daerah dibawah kepemimpinan Fachrudin terus mendorong literasi keuangan dan memberdayakan anak-anak muda, terutama yang menjalani pendidikan di Pesantren.
Setidaknya kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Balangan,memberikan bukti nyata akan perhatian Bank Kalsel turut serta membangun SDM berjiwa enterpreneur di kalangan santri pondok pesantren. Kedua belah pihak resmi menandatangani perjanjian kerja sama terkait pelaksanaan program Pesantren Preneur, Senin (07/07/2025).
Pesantren Preneur sendiri adalah sebuah program unggulan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui pemberdayaan usaha kecil berbasis pesantren.
Pesantren preneur dikenal pula sebagai model pesantren yang menggabungkan pendidikan agama dengan pengembangan jiwa kewirausahaan. Tujuannya adalah untuk menciptakan lulusan pesantren yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga memiliki keterampilan dan mentalitas wirausaha untuk mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada masyarakat
Program ini juga sebuah kewirausahaan berbasis pesantren.Jadi Pesantren preneur bukan hanya tentang mengajarkan bisnis, tetapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi di dalam pesantren dan sekitarnya.
Pesantren preneur menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan agama (spiritual) dan pengembangan keterampilan (material). Lulusan pesantren preneur sering disebut sebagai santripreneur, yang memiliki semangat wirausaha dan ingin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejatinya juga melalui program ini santri memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang bisnis dan mandiri secara ekonomi, tidak hanya mengandalkan ilmu agama.
Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian pesantren dan masyarakat sekitar, melalui produk atau jasa yang dihasilkan oleh santri. Di satu sisi program ini mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan zaman, di mana kemandirian ekonomi menjadi salah satu kunci keberhasilan
Karena itu pula sangat tepat program ini mendapat dukungan semua pihak, mulai pemerintah daerah hingga perbankan. Seperti program yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Balangan menggandeng Bank Kalsel. (Muhammad Irfani).
