Asyiknya Belajar Public Speaking Ala Sistia Raisanty

0
SISTIA

Sistia Raisanty, Trainer dan CEO AS Academy (Pusat Pelatihan Public Speaking dan Sertifikasi Profesi).

Siapa bilang berbicara di depan umum itu menegangkan ?.Siapa pula yang bilang berbicara “Tapuntal-puntal” tak bisa diluruskan.Apalagi bagi seorang Jurnalis piawai bertutur kata dan tampil mantap berbicara menjadi satu keharusan sekarang ini.

“The only thing we have to fear is fear itself. Don’t be afraid to fail, be afraid not to try.” Begitu tutur perempuan cantik yang berdiri di depan puluhan Jurnalis di sebuah Ballroom hotel berbintang di Banjarbaru, Selasa siang (01/07/2025). Dia adalah Sistia Raisanty, seorang Trainer Public Speaking yang didatangkan khusus Bank Indonesia membekali pengetahuan khusus Public Speaking.

Sederhana namun lugas berbicara dengan berbalut senyum manis, membuat Sistia Raisanty menjadi pusat perhatian Jurnalis siang itu. Bahkan mereka yang menjadi peserta betah berjam-jam mendengar presentasi dari perempuan berparas ayu yang merupakan CEO AS Academy (Pusat Pelatihan Public Speaking dan Sertifikasi Profesi).

“Public Speaking adalah kemampuan berbicara di depan umum untuk menyampaikan pesan, informasi, atau gagasan secara efektif kepada audiens. Ini melibatkan lebih dari sekadar berbicara; ini adalah seni menyampaikan pesan yang menarik, jelas, dan meyakinkan kepada sekelompok orang,” begitu katanya memulai paparan Public Speaking For A Great Speaker.

Sistia pun bercerita bagaimana Belajar public speaking itu seru dan bermanfaat, apalagi jika dilakukan bersama-sama sepertu kelasnya Jurnalis Ekonomi Banua. Lewat kebersamaan dengan praktik diskusi dan presentasi langsung di depan kelas, membuat peserta   bisa saling mendukung, berbagi pengalaman, dan termotivasi untuk terus berlatih.

 

Game seru menyenangkan salah satu sesi Pelatihan dan Sertifikasi Public Speaking 2025- Bank Indonesia yang diikuti para Jurnalis Ekonomi Banua.

“Hayo buhan pian disini masih adakah yang pina ngalih bapander (Kalian semua apakah masih ada yang sulit berbicara atau berkomunikasi). Kita belajar Public speaking supaya bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan bahkan bisa membuka peluang karir yang lebih baik. Pian harat menulis harat jua bapander,” ucap Sistia.

Sistia pun membagikan pengalaman hidup bagaimana berjuang bisa mencapai posisi seperti ini. Karena sejak remaja ia sangat suka mengikuti sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kompetensi serta kecakapan dari berbagai bidang. Sistia sendiri merupakan Asesor Kompetensi dan memiliki beragam sertifikasi nasional dan internasional.

Ia pun memberikan motivasi bagaimana melakukan opening berbicara di depan umum tanpa terbata-bata. Sistia pun mengajar teknik yang disebut dengan Amazing Opening dengan teknik 4 Statement, yang wajib dilakukan agar bisa mempengaruhi audiensi saat berbicara di depan orang banyak, seperti mengajar di kelas, pembicara seminar dan lain-lain.

“Assalamualaikum, Banjarbaru adalah ibu kota pemerintah Kalsel, Banjarbaru dikenal sebagai kota beragam kuliner wisata, Banjarbaru kota yang memiliki banyak destinasi wisata.Banjarbaru kini tumbuh dan berkembang sebagai kota pendidikan dan bisnis layaknya kota metropilis….Saya Sistia Raisanty dari AS Academy, hari ini mengajak anda semua mengenal lebih jauh kota Banjarbaru,” ujarnya saat memberikan contoh opening Amazing teknik 4 statemen.

Tak hanya itu Sistia pun memberikan teknik-teknik khusus yang juga bisa dipraktikan dengan nyaman dan memberikan kesan elegan sebagai seorang pembicara.Teknik yang merupakan teori dasar berbicara adalah Strong Content dan Method Learning (Visual, Auditory,Kinestetik).

 

Jurnalis muda Robi dan Ikhsan Makkawali mempraktikkan cara berbicara sesuai public speaking, di sela-sela pelatihan.

Ia pun membagi Model Public Speaking menjadi tiga, yakni Message, Messenger dan Method, yang masing-masing memiliki derivat atau turunan seperti Messanger dengan Body, Mind dan Soul.

Dalam konteks public speaking, “Body, Mean, dan Soul” merujuk pada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pesan. “Body” mengacu pada bahasa tubuh (body language), “Mean” merujuk pada makna atau isi pesan, dan “Soul” merujuk pada esensi atau jiwa dari pesan yang ingin disampaikan, yang mencakup emosi dan niat. Ketiga aspek ini saling berkaitan dan bekerja sama untuk menciptakan komunikasi yang efektif. 

“Amazing, baru tiga jam diajari kita sudah seperti menjadi seorang pembicara profesional, apalagi kalau berhari-hari bahkan bulanan. Keren ini pengalaman pertama kali kami sebagai Jurnalis mengenal dari dekat apa itu public speaking, oh ternyata begini caranya, Trainer kita Sistia Raisanty memang oke, ” ungkap Ichal Iloenx, salah satu Jurnalis yang mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Public Speaking 2025.

Ichal mengaku mendapat energi terbaru dari segi keterampilan berbicara. Karena itu pelatihan berbasis kompetensi ini sangat bermanfaat bagi Jurnalis dalam mengembangkan kemampuan khususnya dari segi public speaking.Di pelatihan ini pun dia dan kawan-kawan bisa berlatih berbicara di depan teman-teman, mendapatkan umpan balik langsung, dan belajar bagaimana berinteraksi dengan audiens yang berbeda-beda

“Semakin sering berlatih, semakin percaya diri terutama kami yang selama ini agak gugup bapander di depan umum. Ternyata Public speaking melatih kita untuk berpikir kritis dan terstruktur saat menyampaikan ide,”  sebut Hj Raudah Anisya, Jurnalis Radar Banjarmasin yang terbantu dengan pelatihan tersebut.

Public speaking sangat penting dalam dunia kerja karena memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif, membangun kepercayaan diri, dan memengaruhi orang lain. Kemampuan ini membuka peluang karir, memfasilitasi pertukaran ide, dan meningkatkan kepemimpinan. “Believe you can and you’re halfway there.” – Theodore Roosevelt.(Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis – Pemimpin Umum Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!