Pemandu Wisata Gunung-Geowisata Semakin Dituntut Profesional

0
ABBY KEREN UTAMA

Peserta dan Instruktur Pelatihan Pemandu Wisata Gunung dan Geowisata bersama LPK Elang Khatulistiwa.

LPK Elang Khatulistiwa Indonesia Gelar Pelatihan Pemandu Gunung-Geowisata

Mau aman berwisata ke alam terbuka seperti gunung dan geowisata ? Tentunya harus menyiapkan diri dan ketahanan fisik bagi mereka yang ingin menjelajahi gunung dan wisata alam menantang lainnya.

Tak hanya itu selama dijalan harus dibantu seorang atau tim pemandu gunung dan geowisata. Karena bersama mereka perjalanan wisata menjadi nyaman dan aman.

Karena sejatinya pemandu wisata wisata gunung dan geowisata adalah orang yang memudahkan perjalanan dan menjaga perjalanan menjadi menyenangkan sekaligus aman bagi wisatawan.

Nah tentunya Pemandu wisata gunung dan geowisata harus memiliki keahlian khusus karena mereka bertanggung jawab atas keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman positif wisatawan di lingkungan alam yang menantang.

 

Para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Gunung dan Geowisata menyimak serius arahan instruktur.

Terkait ini pula LSP Elang Khatulistiwa Indonesia menggelar Pelatihan Pemandu Gunung dan Geowisata di Badger Space Kawasan Dago Giri, Langen Sari, Lembang Bandung, Jawa Barat. Selama tiga hari Jumat hingga Minggu (13 Juni-15 Juni 2025), mereka mendapat pembekalan khusus dari tim instruktur berpengalaman.

“Pemandu wisata gunung dan geowisata harus kompeten agar dapat memberikan pengalaman yang aman, informatif, dan berkesan bagi wisatawan. Kompetensi ini mencakup pengetahuan mendalam tentang geologi, ekologi, budaya lokal, serta keterampilan komunikasi dan penanganan situasi darurat,” terang Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby, kepada awak media, di Bandung,

Menurut perempuan yang dikenal sebagai penggiat adventure dan travelling, pemandu wisata yang bersentuhan dengan alam terbuka memang harus memiliki keterampilan dan pengetahuan luas, terutama keahlian yang mencakup mencakup pengetahuan mendalam tentang medan gunung, kondisi cuaca, flora, fauna, serta keterampilan pertolongan pertama dan manajemen risiko.

“Mengapa ini sangat penting dan berkali-kali kami menyerukan agar kita menyiapkan pemandu yang profesional dan kompeten.Pertama untuk keselamatan wisatawan, karena Pemandu wisata gunung harus mampu mengantisipasi dan mengatasi potensi bahaya seperti perubahan cuaca ekstrem, medan berbahaya, atau cedera yang mungkin terjadi. Mereka harus memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama dan prosedur evakuasi untuk memastikan keselamatan wisatawan,” ujar Abby.

 

Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby, mengecek peralatan Vertical Rescue sebelum para peserta praktik di lapangan.

Karena itulah dalam pelatihan yang juga diikuti peserta dari Bangka Belitung, Imam (jebolan S2 Bidang Pariwisata), mereka menghadirkan para instruktur yang kompeten. Mulai H Soma Suparsa (Wanadri), Rahmat Suprihat (Aktivis Pendidikan), Bang Nuk (Aktivis Lingkungan), Imam Budi (Fotografer Profesional), Andi Sukandi (Ketua Harian Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi), Eva Crista Hutajulu (Praktisi Penggiat Alam), Rano Harjaya (Rescue 512), Opey (Vertical Rescue Indonesia),Martin Rimbawan (Pendaki Gunung Profesional),Dedi “Ceko” Setiadi (Wanadri), Siti Romlah (RS Cisarua Bogor) hingga Steve Ewon (Pembina Asosiasi Pemandu Wisata Duta Pertiwi).

Ketua Harian Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi, Andi Sukandi menyampaikan pemandu wisata yang kompeten dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan dengan berbagi pengetahuan tentang geologi, sejarah, budaya, dan keunikan alam setempat.

“Harapan kita tentunya para pemandu ini juga harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai latar belakang. Pemandu wisata yang peduli lingkungan harus mampu memberikan edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan mengurangi dampak negatif aktivitas wisata,” kata Kang Andi begitu dia disapa.

 

Steve Ewon (Pembina Asosiasi Pemandu Wisata Duta Pertiwi) mengajarkan pengenalan dan penanganan hewan buas di alam terbuka.

Sementara itu jauh-jauh datang dari Bangka Belitung, Imam salah satu peserta sangat terkesan dengan program pelatihan yang dirancang untuk mendukung kapasitas dan kualitas seorang pemandu wisata gunung dan ekowisata seperti dirinya.

“Meskipun sebagai penggiat pariwisata, namun dalam pelatihan ini kita banyak mendapat masukan luar biasa dari para instruktur yang sangat care untuk sharing, termasuk membagi pengalaman. Tadi ada Kang Steve Ewon yang mengajari kita bagaimana pengenalan dan penanganan hewan buas,” ucap Imam.

Bagi Indonesia, keberadaan para pemandu wisata yang berkualitas dapat meningkatkan citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia dengan memberikan pelayanan yang profesional dan berkesan. Karena sudah sepatutnya Pemandu wisata gunung dan geowisata sebaiknya memiliki sertifikasi profesi dari lembaga resmi seperti BNSP. (Fikri Husaini-Risanta).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!