Aulia Syarah dan Bucek Depp Syuting Film Di Kalsel

0
PIRUNDUK - BUPATI BATOLA 2

Rumah produksi Bima Sakti Pictures menggelar acara tumpengan dan syukuran dalam rangka menyambut dimulainya proses produksi film terbarunya yang berjudul Pirunduk.Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda.

Bima Sakti Pictures Syukuran Jelang Syuting Film Horor “Pirunduk”

Masih ingat dengan Aulia Sarah ? Bintang muda yang sukses memerankan Badarawuhi dalam Film KKN Di Desa Penari diteruskan denga squel “Badarawuhi di Desa Penari”. Kini artis dan model berdarah. Jawa dan Sunda ini bakal syuting di Banjarmasin dan sejumlah kota di Kalsel dalam Filim horor Pirunduk.

Fim bergenre horor dari rumah produksi Bima Sakti Pictures juga merekrut aktor sekaligus traveler Bucek Depp yang menjadi lawan main Aulia Sarah. Keduanya bersama artis Jakarta kelahiran Banjarmasin Yoriko Angeline, menjadi pemeran utama film yang mengangkat cerita horor yang berlatar sebuah kampung terpencil di pinggiran sungai yang diteror oleh arwah gentayangan. Arwah tersebut dulunya adalah seorang istri yang mengalami penindasan semasa hidupnya, dan kini menuntut balas atas luka dan utang masa lalu.

Aulia Sarah pun merasa bangga bisa membintangi film yang diperkuat 70 persen artis Lokal seperti Acil Imas, Elly Rahmi Adjim Ariadi, Ichal Iloenk, Fadil Madihin dkk. Menurutnya ini pertama kali dirinya hadir ke Banjarmasin dan syuting  ke sejumlah desa seperti Desa Tatah Masjid, Kecamatan Alalak, Batola.

“Tentunya sangat menyenangkan karena Kalsel ini indah alamnya, ramah banget warganya, pengalamannya yang menyenangkan. Saya pun harus membiasakan diri berdialek Banjar, tentu tantangan tersendiri.Untungnya ada Boy Idrus pemain film nasional , yang  juga orang Banjar banget, yang menjadi tempat belajar disamping Pa Budi Ismanto,” terang artis cantik kelahiran Jakarta tahun 1991.

 

Artis Aulia Sarah bersama Olpah Sari, Pemimpin Media Economic Travelling.Com di sela-sela dalam rangka menyambut dimulainya proses produksi film terbaru garapan Rumah produksi Bima Sakti Pictures yang berjudul Pirunduk

Hal serupa diakui Bucep Depp yang masih harus menyesuaikan suasana termasuk bahasa Banjar yang dinilainya unik dan baik. Bucep yang berapa kali berkunjung ke Banjarmasin dan beberapa kota di Kalsel, menilai daerah ini bagian dari perjalanannya termasuk membintangi film Pirunduk.Namun Bucek sangat jatuh cinta dengan suasana desa yang menjadi lokasi syuting.

“Desa Tatah Masjid…itu sangat luar biasa.Suasana desanya menyenangkan.Insya Allah ini juga memotivasi kami bisa menyelesaikan syuting dengan baik,” ujar Bucek Depp.

Film Pirunduk akan menjalani proses pengambilan gambar di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya, dengan lokasi utama berada di Desa Tatah Masjid, Kecamatan Alalak, Batola.

Produser sekaligus penulis naskah, Budi Ismanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepala daerah yang hadir, serta rasa bangganya atas keterlibatan lokal dalam produksi ini.

 

Produser sekaligus penulis naskah Film Pirunduk, Budi Ismanto mengaku sangat berterima kasih dengan dukungan kepala daerah dalam kelancaran syuting film mereka.

“Bagi saya secara pribadi film ini agak istimewa karena kita juga mengangkat sisi lain kehidupan masyarakat Banjar dan budayanya serta cerita legenda yang memang fakta adanya.Karena selama ini film horor kita didominasi dari Jawa.Kita ingin mencari horor baru yang unik dan secara gambar itu jarang sekali.Karena itu di film ini kita eksplore kehidupan sungai , tepian sungai,” terang pria yang sempat berkarir di Metro TV.

Terkait ini pula  Kamis (05/06/2025) Rumah produksi Bima Sakti Pictures menggelar acara tumpengan dan syukuran dalam rangka menyambut dimulainya proses produksi film terbarunya yang berjudul Pirunduk. Acara tersebut berlangsung khidmat dan meriah di Pawon Tlogo, Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Momen ini menjadi istimewa karena turut dihadiri pula Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap industri kreatif lokal. (Muhammad Irfani).

Muhammad Irfani – Jurnalis Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!