Kabel Semrawut di Banjarmasin Siap-siap Dipotong

0
KABEL SEMRAWUT

Salah satu kawasan di kota Banjarmasin dipenuhi kabel yang semrawut dan merusak keindahan wajah kota.

Ini peringatan bagi provider pemilik kabel jaringan. Lantaran dianggap mengganggu estetika kota, kabel-kabel yang tersebar di sejumlah kawasan di Banjarmasin bakal ditertibkan. Tidak main-main Pemerintah Kota Banjarmasin akan menurunkan dan memotong kabel-kabel semrawut, jika imbauan tidak tidak diindahkan pemilik atau perusahaan provider jaringan telekomunikasi maupun tv kabel.

Bahkan Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin YR mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh provider pemilik kabel,  agar bisa merapikan dan menata ulang kabel listrik yang bergelantungan agar tidak semrawut.

“Saya mengimbau para pemilik kabel untuk merapikan kabel-kabel yang ada di sepanjang wilayah Kota Banjarmasin,” pesan Wali Kota Yamin, dalam keterangan resminya di Banjarmasin, Sabtu (31/05/2025).

Yamin pun menegaskan , Jika imbauan ini diindahkan dari batas waktu yang diberikan, maka Pemerintah Kota Banjarmasin tidak segan akan melakukan pemotongan kabel jaringan utilitas tersebut.

 

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR. (Foto-Dok Diskominfotik Banjarmasin).

Jaringan utilitas sendiri adalah infrastruktur yang mendistribusikan sumber daya penting seperti listrik, air, gas, dan telekomunikasi. Jaringan ini meliputi sistem kabel, pipa, dan jaringan lain yang menyangkut kepentingan umum.

Tak hanya  itu Wali Kota juga kembali menegaskan, imbauan tidak hanya berlaku pada kabel jaringan utilitas, tiang kabel listrik  juga turut diperhatikan dan ditata ulang agar bisa menjadi satu titik saja.

“Tiang-tiangnya kita berharap semua provider itu bisa menjadi satu padu untuk menjadikan satu titik tiang biar rapi,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, menurutnya memang sudah saatnya Kota Banjarmasin membangun jalur ducting atau saluran kabel bawah tanah seperti kota-kota besar lainnya yang sudah menerapkan.

“Ke depan inovasi ini bisa dilakukan. Jadi tidak merusak estetika kota dengan kabel yang bergelantungan di atas,” kata Yamin.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah.

Sementara itu  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengungkapkan pembangunan jalur ducting memang masuk rencana jangka panjang dalam penataan kabel jaringan utilitas

Saat ini menurut pejabat sering terjun ke lapangan,  pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap seluruh tiang jaringan utilitas di Kota Seribu Sungai.

“Untuk pemasangan baru tentu perlu izin, jika berada di lahan Pemko Banjarmasin maka akan dikenakan sewa sesuai ketentuan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),” terang Suri.

Sementara kabel jaringan utilitas yang sudah lama terpasang, pihaknya masih fokus sosialisasi kepada penyedia layanan agar segera mengurus izin agar bisa segeranya ditata ulang.

“Setelah itu baru bisa kita lakukan penindakan tegas, jika mereka masih belum merapikan kabel mereka,” tandasnya.

Beberapa kota di Indonesia telah berhasil membangun sistem ducting atau saluran kabel bawah tanah. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Semarang, Bekasi, Yogyakarta, dan Surabaya. Kota-kota ini memiliki berbagai alasan untuk membangun sistem ducting, termasuk untuk meningkatkan estetika kota, keamanan, dan efisiensi jaringan utilitas.

Jakarta memiliki sistem jaringan utilitas terpadu yang membuat kabel listrik, telepon, dan internet tersimpan rapi di bawah tanah, dengan pembangunan hingga 200 kilometer yang tersebar di 61 titik.Sedangkan Surabaya menerapkan penataan jaringan utilitas bawah tanah di kawasan Kota Lama, dengan Jalan Rajawali sebagai pilot project yang hampir 100% selesai.

“Kami kira tak ada alasan Banjarmasin tidak bisa menerapkan pola seperti itu. Semakin kesini Banjarmasin memang butuh pembenahan dan Pemerintah Kota jangan ragu melangkah sepanjang sesuai aturan dan memberikan rasa nyaman bagi warga kota.Terima kasih Pak Wali Kota Banjarmasin dan jajaran sudah memberikan pemikiran terbaik,” ujar Pemerhati Kota sekaligus Jurnalis Senior Elshinta, Syahriyanto Ruslan. (Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!