Ambapers Sukses Menjaga Alur Barito
Spirit untuk Ambapers melaju bersama untuk membangun Banua.
21 Tahun sudah PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) eksis mengarungi bisnis. Salah satu yang dikelola adalah mengelola alur barito.Perusahaan yang kini dinakhodai Zulfadli Gazali sukses mengelola alur Barito karena fokus pada pengerukan sedimentasi yang cepat, pembangunan alur baru, dan pemasangan sarana bantu navigasi. Alur Barito yang dikelola Ambapers memungkinkan kapal besar melayari sungai 24 jam nonstop dengan dua arah.
Ambapers sendiri melakukan pengerukan alur Barito secara rutin karena sedimentasi yang cepat. Manajemen juga pernah mengusulkan analisa dampak lingkungan (Amdal) untuk pengerukan yang lebih besar, mencapai 300 ribu meter kubik lumpur per bulan.
Sedangkan untul alur baru, Ambapers membangun alur baru yang lurus dan lebih pendek dibandingkan alur lama, sehingga lebih efisien dan mudah dipelihara. Alur ini memiliki kedalaman minimal 5 meter LWS dan lebar 100 meter. LWS atau Low Water Spring, adalah titik air surut terendah pada saat pasang surut bulan baru atau bulan purnama.
pengelolaan alur pelayaran di Sungai Barito adalah salah satu usaha PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers). Perusahaan daerah ini juga memiliki beberapa usaha utama seperti pengerukan alur sungai dan muara, serta pengembangan destinasi wisata sungai. Ambapers juga terlibat dalam pembuatan dan pemeliharaan bendungan.

Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali mengungkapkan ada tiga tujuan penting PT Ambapers sebagai perusahaan daerah Kalsel.
“Selama 21 tahun, ada tiga tujuan penting yang dilaksanakan PT Ambapers. Yakni melindungi Sungai Barito dan alurnya, menghubungkan Sungai Barito ke laut dan memberikan kepercayaan,” ujarnya di sela-sela syukuran 21 Tahun PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers), Sabtu (04/05/2025).
Zulfadli sendiri menegaskan perusahaannya berupaya secara maksimal menjaga alur pelayaran ambang Sungai Barito sebagai jalur air yang vital secara historis, dan berfungsi sebagai arteri transportasi perdagangan, pariwisata daerah serta pengelolaan infrastruktur.
Disisi lain Zulfadli pun membeberkan bagaimana salah satu strategi PT Ambapers adalah mengubah Sungai Barito menjadi koridor transportasi yang juga berpotensi sebagai destinasi pariwisata Kalsel yang berkelanjutan dan menarik.
Saat ini mereka juga mengembangkan paket pelayaran inovatif seperti Pelayaran Pinisi yang telah diresmikan oleh Gubernur H Muhidin pada 12 Februari 2025 lalu.
“Ambapers mengembangkan destinasi wisata sungai, seperti pelayaran kapal pinisi, untuk menawarkan pengalaman wisata yang unik dan bernilai, “ bebernya lagi.

Keberhasilan manajemen PT Ambapers mengembangkan usaha bisnis diapresiasi Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel Hasnuriyadi Sulaiman.Keduanya pun kompak mengapresiasi keberhasilan-keberhasilan yang dibuat manajemen sehingga perusahaan ini tumbuh dengan baik dan semakin profesional.
Eksistensi perusahaan ini mengelola alur pelayaran alur ambang Sungai Barito, membuktikan sehatnya manajemen perusahaan. Terlebih sentuhan tangan dingin Zulfadli Gazali memberi bukti sukses terbaik dalam sejarah perusahaan daerah. PT Ambapers memiliki peran yang penting dalam meningkatkan nilai tambah daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita bersyukur dan bangga PT Ambapers tetap eksis sebagai perusahaan daerah yg mengelola alur pelayaran ambang Sungai Barito. Dimana sejak keberadaannya, hampir tidak pernah lagi terdengar soal pendangkalan alur sungai barito, dan pelayaran juga lancar 24 jam sehingga distribusi barang dan pasokan BBM tidak mengalami hambatan,” ujar Hasnuryadi.(Olpah Sari).
