Banjir Jejangkit Harus Ditangani Serius

0
BANJIR JEJANGKIT

H Bahrul Ilmi mendampingi Gubernur Kalsel H Muhidin meninjau kawasan banjir di Batola beberapa saat lalu. (Foto-Diskominfo Batola).

Bupati Bahrul Ilmi Prioritaskan Pencegahan

Sebagai salah satu sentra pertanian, Jejangkit diharapkan menjadi salah satu penyumbang hasil-hasil pertanian bagi Kabupaten Barito Kuala. Namun belakangan daerah yang menasional lewat Hari Pangan Sedunia, dilanda banjir berkepanjangan.

Banjir yang melanda kawasan Jejangkit, menjadi persoalan tersendiri, karena memberikan dampak serius bagi masyarakat setempat.Ini pula membuat Pemerintah Kabupaten Barito Kuala harus ekstra keras mencari formula tepat penanganan banjir.

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas PUPR telah melakukan koordinasi dengan BWSK3 (Balai Wilayah Sungai Kalimantan 3) dan pihak terkait untuk menangani permasalahan banjir di Kecamatan Jejangkit.

Sebagai langkah awal, Pemkab Batola telah mengalokasikan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp800 juta untuk merehabilitasi saluran Ray 7 sebagai tindakan darurat. Rehabilitasi ini diharapkan dapat mengurangi genangan air di kawasan tersebut.

Hal ini mengemuka pula dalam rapat bersama Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi bersama perwakilan warga Jejangkit serta perwakilan perusahaan sawit, yang membahas penanganan banjir, termasuk kerjasama lintas sektoral. Titik point yang dibahas adalah saluran yang akan ditangani, khususnya saluran-saluran yang terhubung dari Jejangkit ke Sungai Barito.

“Langkah-langkah penanganan banjir yang tekah disepakati meliputi Rehabilitasi saluran Ray 7 tembus Ray 1 sepanjang 11,5 km dengan dana BTT sebesar Rp800 juta, Pengiriman surat kepada Gubernur melalui Dinas PUPR Provinsi Kalsel memohon untuk dilakukan normalisasi pada Sei Bamban Sungai Rumbia dan Sungai Rasau. Pihak perusahaan akan diarahkan untuk melakukan normalisasi pada Ray 21 yang terhubung dengan Ray 3 terlebih dahulu,” terang Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi.

Bahrul Ilmi juga menyebutkan Realokasi anggaran rehabilitasi saluran pada bidang Sumber Daya Air sebesar Rp3,3 miliar untuk penanganan saluran yang akan berdampak pada banjir Jejangkit.

Bagaimana dengan penanganan jangka panjang ? Bahrul Ilmi menjelaskan Pemerintahannya akan bekerjasama dengan pihak universitas (akademisi) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis serta mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan. Kerjasama ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan strategi penanganan banjir yang lebih efektif dan efisien.

“Masyarakat Jejangkit juga menunjukkan kepedulian dan partisipasi aktif dalam penanganan banjir. Mereka bergotong-royong untuk perkerasan jalan lingkungan mereka dan bahkan melakukan urunan untuk membeli batu guna mendukung pembangunan infrastruktur di daerah mereka,” puji Bahrul Ilmi.

Bupati Barito Kuala sangat mengapresiasi peran aktif media massa dalam membantu pemerintah daerah lewat pemberitaan yang membangun. Termasuk juga dalam memantau perkembangan pembangunan dan penanganan banjir di Kecamatan Jejangkit.

Bahkan Bahrul Ilmi menyebutkan peran media lokal, diantaranya Bakabar.Com, yang melakukan pemberitaan yang berimbang dan memberikan solusi, dengan membangun komunikasi dan konfirmasi dengan pemborong jembatan.
“Karena ada sisa bangunan yang menghalangi aliran sungai sehingga menyebabkan tersumbat. Pemantauan ini membantu memastikan bahwa pembangunan dilakukan sesuai dengan standar dan tidak menimbulkan masalah baru di masa depan,” ujarnya. (Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!