OJK Sebut Perempuan Sangat Penting Untuk Literasi Keuangan

0
OJK PEREMPUAN UTAMA

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman saat menggelar Media Update & Sosialisasi IASC Bersama Insan Pers Se-Kalimantan, di Kantor OJK Pusat, Jakarta, Selasa (25/01/2025).

Otoritas Jasa Keuangan secara aktif terus mendorong peningkatan literasi keuangan kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui program edukasi keuangan ke kelompok perempuan yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan.

Perempuan dan komunitas masyarakat merupakan dua dari sepuluh sasaran prioritas penerima program edukasi keuangan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Hal ini dikemukakan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman saat menggelar Media Update & Sosialisasi IASC Bersama Insan Pers Se-Kalimantan, di Kantor OJK Pusat, Jakarta, Selasa (25/01/2025).

“Berdasarkan penelitian, Literasi keluarga, ternyata banyak yang dipengaruhi oleh ibu, terutama kemampuan kognitif terhadap anak di sekolah,” ungkap Parjiman.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2023 memperlihatkan data, berdasarkan gender, tingkat literasi perempuan adalah sebesar 67 persen, sementara laki-laki sebesar 64 persen. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan perempuan adalah sebesar 76 persen, dan laki-laki berada pada angka 74 persen.

 

Media Updater dan Sosialisasi IASC di Kantor OJK Jakarta.

Pria kelahiran Jogjakarta ini juga menambahkan lewat edukasi-edukasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi perempuan, sehingga nantinya lebih memahami produk dan layanan sektor jasa keuangan serta terlindungi dari kejahatan penipuan jasa keuangan yang terkadang marak belakangan ini.

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyebutkan perempuan merupakan segmen prioritas literasi dan edukasi keuangan yang dilakukan OJK sehingga OJK mendorong para perempuan menjadi duta-duta literasi keuangan di masyarakat.

“Kita percaya bahwa seorang ibu yang terliterasi maka ia pasti akan mengedukasi anakanaknya dan juga keluarganya untuk kemudian mereka menjadi melek keuangan dan dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Friderica. (Fikri Husaini-Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!