Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa, Mengapa Tidak !
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menegaskanBank Kalsel siap mengambil langkah besar menjadi Bank Devisa. (Foto-Humas Bank Kalsel).
Langkah Bank Kalsel menjadi Bank Devisa kian terbuka lebar. Hal seiring dengan terpenuhinya syarat minimun untuk menjadi lembaga keuangan yang berperan sebagai perantara dalam melakukan transaksi valuta asing (mata uang asing) antara individu, perusahaan, atau lembaga keuangan lainnya.
Di sisi lain tingkat kesehatan bank berada di peringkat komposit 2 minimal dalam tiga periode berturut-turut, yang mencerminkan manajemen risiko yang solid. Sedangkan dari sisi infrastruktur, Bank Kalsel juga sudah memiliki Treasury Dealing Room ( bagian dari manajemen keuangan (financial management) yang bertugas untuk merencanakan, mengatur, mengontrol keuangan perusahaan untuk memastikan ketersediaan likuiditas perusahaan tersebut dan memaksimalkan keuntungan dari penggunaannya) untuk mendukung aktivitas valuta asing.
Pemenuhan modal inti minimum 3 Triliun Rupiah yang disyaratkan oleh OJK untuk mempertahankan eksistensi Bank Kalsel sebagai bank umum telah mendorong Bank Kalsel merealisasikan misi menjadi Bank Devisa.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menjelaskan, perjalanan menuju bank devisa diawali dengan pembentukan Tim Persiapan Bank Kalsel menjadi Bank Devisa pada Bulan Juni 2024. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk pembekalan SDM, training, benchmark ke beberapa Bank Daerah yang telah terlebih dahulu menjadi bank devisa.
Bahkan tanggal 10 Januari 2025 bertempat di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bank Kalsel dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk pendampingan konsultan pembentukan bank devisa.
“Dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, Bank Kalsel siap mengambil langkah besar menjadi Bank Devisa. Sebuah langkah yang tidak hanya akan memperkuat posisi Bank Kalsel, tetapi juga mendukung kemajuan ekonomi Kalimantan Selatan di pasar global”, ucapnya.
Guna memantapkan dan memperkuat langkah tersebut, pada 12 Februari 2025 Bank Kalsel bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel menyelenggarakan kegiatan Gathering Mitra Eksportir dan Importir Kalimantan Selatan dengan tema “Bersama Wujudkan Bank Kalsel Menuju Bank Devisa” di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.
Kegiatan ini merupakan wadah diskusi dan pertukaran informasi antara Bank Kalsel dan para pelaku usaha, sehingga ke depannya Bank Kalsel dapat memberikan layanan yang lebih optimal bagi para eksportir dan importir di Kalimantan Selatan.
Seluruh peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam pengisian survey calon nasabah devisa, agar Bank Kalsel dapat lebih memahami kebutuhan spesifik yang dihadapi oleh dunia usaha dalam perdagangan internasional.

Fachrudin mengungkapkan kerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel pada kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaku usaha untuk semakin berkembang.
“Kami percaya bahwa dengan menggali kebutuhan transaksi eksportir dan importir secara langsung, Bank Kalsel dapat memberikan solusi keuangan yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha” kata Fachrudin.
Sementara itu Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin sangat mendukung langkah-langkah yang diambil Bank Kalsel untuk menuju bank devisa khususnya dalam hal permodalan.
“Kami berharap para pengusaha di Kalsel untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Kalsel dalam bertransaksi baik kegiatan ekspor maupun impor,” harapnya.
Komitmen Bank Kalsel menjadi Bank Devisa tidak terlepas dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banua yang semakin baik dan stabil. Langkah ini selaras dengan banyaknya potensi-potensi perekonomian dan pendapatan yang menjadi motor penggerak ekonomi regional.
Mengingat Kalimantan Selatan salah satu daerah dianugerahi kekayaan alamnya yang melimpah dan berkontribusi besar bagi pendapatan daerah. Mulai dari sektor batubara, kepala sawit beserta produk turunannya, kayu, produk hasil hutan, serta hasil laut dan perikanan.
Peluang transaksi yang besar dari sektor ekspor tersebut, mendorong Bank Kalsel sebagai institusi keuangan daerah berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan langkah besar menjadi “Bank Devisa”. (Muhammad Irfani/Adv).

