Bank Kalsel Bersyukur Survive Status BPD

0
KANTOR BANK KALSEL

Kantor Bank Kalsel ( Foto-Olpah Sari).

Lompatan bagus dilakukan Bank Kalsel sejak tahun 2021. Bank yang dibawah kendali top manajer, Fachrudin mampu bertahan dengan status Bank Pembangunan Daerah (BPD). Lompatan luar biasa dengan modal inti sebesar Rp,1,8 Triliun di tahun 2021, mampu mendongkrak ke capaian Rp.3,5 Triliun. Hingga Desember 2024.

Capaian ini disambut rasa syukur manajemen Bank Kalsel, karena sebagai salah satu BPD terbaik nasional mampu bertahan dengan status BPD. Karena Bank Kalsel mampu menaikkan modal inti bank menjadi Rp 3,5 triliun atau di atas batas modal inti minimum yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi BPD sebesar Rp 3 triliun.

Dilansir dari berita Top Bussines.Id, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan setelah tiga tahun berjuang di akhir Desember 2024 lalu, Bank Kalsel mampu mencapai modal inti yang ditargetkan.

“Setelah tiga tahun, di akhir Desember 2024 modal inti kami sudah mencapai Rp 3,5 triliun. Artinya sudah melampaui batasan minimal modal inti yang ditetapkan regulator, sehingga kami terhindar dari turun kelas jadi BPR. Ini yang patut kami syukuri sekali,” terang Fachrudin saat presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Selasa (04/02/2025).

Dalam presentasi dihadapan tim juri secara online, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudi didampingi Deddy Setiawan (Kepala Divisi Perencanaan & Kinerja), Hambali (Kepala Divisi Jaringan & Pelayanan Cabang), Iwan (Kepala Divisi Dana & Digital Banking), Rudy Fahrurazi (Kepala Divisi TI), dan Nizhar Saftaji (Pgs. Kepala Divisi Human Capital), mengemukakan materi Penguatan Tata Kelola dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD.

“Ini satu capaian, komitmen dari pemegang saham yang sangat luar biasa sekali di akhir-akhir, di saat APBD daerah tidak terlalu support, banyak pengeluaran yang besar sekali karena dampak dari covid, tapi Alhamdulillah pemerintah daerah bisa memenuhi komitmennya,” ujar Fachrudin.

 

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Seperti yang diberitakan Top Bussines.Id Bank Kalsel sebenarnya bisa memilih opsi Kelompok Usaha Bank (KUB) atau bergabung dengan BPD lain untuk memenuhi modal inti minimum seperti dilakukan beberapa BPD lain di Indonesia. Namun manajemen Bank Kalsel sejak awal tidak memilih opsi ber-KUB.

Potret perjuangan itu terlihat bagaimana bagusnya performance Bank Kalsel. Secara bisnis di tahun 2024, Bank Kalsel mencatat kinerja yang cukup baik. Ini terlihat dari posisi Aset meningkat 12 persen dari Rp 23,74 triliun pada 2023 menjadi Rp 26,69 triliun pada akhir 2024. Demikian pula dana pihak ketiga pada 2024 tercatat Rp 19,85 triliun atau naik dibandingkan 2023 sebesar Rp 17,58 triliun.

Satu catatan lainnya adalah kredit dan pembiayaan ada sedikit penurunan dari Rp 14,78 triliun pada 2023 menjadi Rp 14,63 triliun pada 2024. Penurunan ini salah satunya karena ada debitur yang melunasi utang mereka.

Sementara Bank Kalsel juga membukukan perolehan laba yang cukup membanggakan. Tercatat perolehan laba Bank Kalsel tahun 2024 meningkat 12 persen dari Rp 339,73 miliar di tahun 2023 menjadi Rp 381,15 miliar. (Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!