Layanan Siskeudes Siap Dikembangkan Bank Kalsel
Salah Satu layanan di Kantor Cabang Pembantu, Bank Kalsel, Nagara, Hulu Sungai Selatan.
Bank Kalsel menjemput zaman, setidaknya ini mempertegas komitmen salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik nasional untuk terus berinovasi dan semakin memudahkan pelayanan yang profesional kepada nasabah dan masyarakat luas, khususnya di Kalimantan Selatan.
Salah satunya bank kebanggaan Banua ini pun terus berinovasi dan siap merealisasikan empat rencana pengembangan produk, aktivitas dan layanan Bank Kalsel di tahun 2025.Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyebutkan 4 rencana pengembangan produk tersebut adalah Layanan Devisa, Layanan Laku Pandai, Layanan KKPD (Kartu Kredit Pemerintah Daerah) dan Layanan SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa).
Dan salah satu layanan yang siap dikembangkan adalah Layanan SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa).Sekedar diketahui Layanan perbankan dalam Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) adalah integrasi dengan perbankan nasional. Integrasi ini memungkinkan desa untuk melakukan transaksi keuangan secara online.
Siskeudes sendiri adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Aplikasi ini membantu pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa, mulai dari perencanaan, pembukuan, hingga pelaporan.

Siskeudes dapat terintegrasi dengan perbankan nasional melalui Application Programming Interface (API). API adalah aplikasi pendukung yang ditambahkan pada server pemerintah daerah. Dengan API, data transaksi Siskeudes dapat diakses dan dibaca oleh pihak bank, seperti halnya Bank Kalsel.
Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) ini selaras dengan Undang-Undang Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kesempatan yang besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri serta pelaksanaan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
Jika layanan perbankan ini diterapkan setidaknya menjadi langkah maju ke desa-desa khususnya Kalimantan Selatan menuju transformasi digital, mengurangi transaksi penggunaan uang tunai, dan membangun ekosistem keuangan inklusif. Diharapkan pula Pemerintahan Desa semakin menuju smart governance di Kalimantan Selatan melalui penggunaan teknologi finansial.
Layanan ini juga bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan keamanan dalam proses pencairan dana serta transaksi belanja desa secara non-tunai melalui internet banking Bank Kalsel. (Muhammad Irfani).
