Bersepeda Saat Hujan Sebaiknya Ikuti Tips Ahlinya

0
GOWES HUJAN

Pastikan perjalanan bersepeda kita aman dengan mempersiapkan perlengkapan sebelum berangkat.

Musim hujan tampaknya masih berlangsung. Padahal pagi pagi mau bersepeda. Tak heran jika musim hujan membuat penggemar olahraga bersepeda terganggu, Maklum saja  kesenangan yang satu ini tak boleh terhenti atau terganggu meski diguyur hujan sekalipun.

Meskipun tak sedikit orang malah senang bersepeda di kala hujan, mulai yang rintik hingga hujan sedang. Terlebih bagi mereka yang kekeh mengikuti aturan Velominati #9, seharusnya hujan tidak menghalangi niatan kita untuk gowes.

 

Gunakan selalu topi dan helm agar kepala hangat dan tidak kedinginan saat bersepeda di musim hujan.

Seorang Goweser sejati, Zuhdi Dody memberikan tips khusus agar aktivitas bersepeda di musim hujan.Pria yang kerap bersepeda keliling Indonesia berpesan para Goweser selalu mengenakan topi di bawah Helm saat musim hujan. Karena Topi sepeda termasuk sangat penting kalau cuaca hujan. Bagian depannya bisa membantu mencegah air hujan langsung menghantam bagian wajah, khususnya mata.

“Topi itu membantu kepala kita lebih hangat terlebih hawa yang sedang dingin.Gunakan pula kacamata Clear atau Photochromic. Sehingga pandangan tetap jelas dan terang,” pesan Dody, yang juga anggota Club Sepeda Goewa.

 

Goweser Dody dkk saat menjelajah sebuah perkampungan jelang musim hujan.

Dody juga menyarankan goweser menyiapkan jaket hujan, lebih dianjurkan lagi memakai jaket anti air saat hujan. Selain membuat badan lebih kering, juga membantu menjaga kehangatan. Sedangkan hal terpenting lainnya adalah menyiapkan pula penutup sepatu (overshoes) di kala hujan dan tahan air. Yang terpenting adalah kaki kering jauh lebih penting dari badan kering.

“Yang krusial itu jangan tidak memakai lampu, baik muka maupun belakang. Makanya banyak Goweser yang memakai lampu kelap-kelap di waktu hujan. Jadi lampu itu idealnya putih di depan dan merah di belakang, sehingga membuat pengguna jalan lain tahu dan berhati-hati ketika dekat dengan sepeda kita,” terang Dody, yang berharap suatu hari kelak bisa umroh menggunakan sepeda keliling sejumlah negara.

Senada dengan itu Goweser, Hafi, memberikan tips tak kalah penting yakni mengenai ban sepeda. Menurut pria yang dikenal sebagai salah satu pejabat muda di Pemerintah Kota Banjarmasin, gunakan ban yang baik. Dan ban yang permukaannya halus sebenarnya sama saja dengan yang sedikit ber-pattern. Karena lebar ban road bike hanyalah 23-28 mm.

 

Goweser Hafi saat menjelajah kawasan destinasi wisata di Kabupaten Banjar.

“Yang terpenting ban bisa membelah genangan air dan cukup lebar ketika mengalami aquaplaning, alias “terbang” terpental ketika menghantam genangan air. Memang ini dianjurkan, tetapi kalau ngga ada tidak wajib juga, namun tetap berhati-hati bersepeda di musim hujan seperti ini,” tutur Hafi.

Hafi juga meminta para Goweser selalu merawat rantai sepeda dengan baik. Karena biasanya kalau musim hujan rantai sepeda akan membutuhkan pelumasan yang lebih. Sebaiknya gunakan pelumas waterproof agar rantai sepeda terlumasi dengan baik dan aman.
.
“Kami biasanya juga memasang Fender atau Mudguard yang bisa menghindari cipratan air mengenai pakaian. Fungsinya juga melindungi pesepeda di belakang dari cipratan ban sepedamu. Sementara cipratan air ke bagian belakang kitam ungkin dapar menyebabkan noda pada pakaian. Demikian cipratan ke pesepeda di belakang kita dapat mengganggu konsentrasi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.,’ pungkas Hafi. (Muhammad Irfani).

Muhammad Irfani – Jurnalis Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!