Vietnam Negeri Naga Biru Wisatanya Berkembang Pesat

0
VIETNAM 2

Delegasi ASPPI saat melakukan Field Trip ke Fansipan yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Belakangan ini pariwisata Vietnam tumbuh begitu dahsyat. Negara berjuluk Negeri Naga Biru menawarkan ragam budaya, pemandangan alam yang cantik, serta wisata kuliner yang lezat dan selalu memberi kesan spesial bagi wisatawan.

Inilah yang membuat Vietnam, salah satu negara yang sangat favorit dikunjungi wisatawan dunia, termasuk Indonesia.Karena negara yang sekarang dipimpin Presiden Jenderal Lương Cường, menawarkan perpaduan unik antara sejarah budaya, pemandangan alam yang indah, dan harga perjalanan wisata yang terjangkau

Vietnam juga menjadi surganya wisatawan Eropa, karena iklimnya yang hangat sepanjang tahun.Vietnam juga telah menjadi tempat yang ideal untuk liburan musim dingin, dengan wisatawan dari seluruh dunia, termasuk Inggris, Jerman bahkan Belanda.

Dilansir dari Riset Dampak Ekonomi (EIR) 2024 dari World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebutkan kontribusi sektor Perjalanan & Pariwisata terhadap perekonomian akan melonjak 13% dari level tahun 2019, yang mencakup lebih dari 7% dari keseluruhan perekonomian Vietnam.

“Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Vietnam meningkat cukup signifinikan.Tak hanya kuat dari segi keindahan alam dan sejarahnya, namun perjalanan dengan hemat biaya membuat Vietnam kian diminati wisatawan,” terang Agus Pahlevi, Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), saat melakukan Field Trip  ke Vietnam bersama Kepala DPD ASPPI lainnya, di pertengahan Januari 2025.

 

Delegasi pelaku  wisata Indonesia di salah satu sudut Sapa, Hanoi.

Kehebatan Vietnam memenej industri pariwisata, membuat Agus fahlevi bersama rekannya  seperti Teguh Winarto (Ketua DPD ASPPI Kalsel), Eko Mujiono (Jawa Timur), Justitia Primadonna Ghazaly (Ketua DPD ASPPI Kepri), Neni Kusumawati (Ketua ASPPI DPD DKI Jakarta), Badrun (Ketua DPD ASPPI NTB) dan Hade Ranty Juma (Ketua DPD ASPPI Sumbar), melakukan studi tiru secara mandiri terkait perkembangan pesat pariwisata Vietnam.

Catatan tak kalah pentingnya menurut Agus Pahlevi, Negara Naga Biru ini ternyata sudah mentasbihkan diri sebagai destinasi yang ramah bagi para wisatawan. Ketika tiba di Bandara Noi Bai, Hanoi, mereka disambut hangat Tour Guide yang pandai berbahasa Indonesia dan Inggris. Vietnam sekarang menempatkan sejumlah orang termasuk para staf hotel, restoran, tempat wisata populer maupun cafe-cafe mahir berbahasa Inggris , sebuah langkah maju bagi perkembangan pariwisatanya.

 

Sisi lain Vietnam yang ngangenin wisatawan.

Delegasi ASPPI sendiri pun melakukan serangkaian tour sebagai mengenal lebih jauh potensi-potensi wisata di negeri ini dan menjadi salah satu negara yang berpeluang besar menjalin kerjasama lewat asosiasi kepariwisataan dua negara.Kunjungan kali ini pun melihat dari dekat Vietnam yang dikenal sebagai negara agraris di Asia Tenggara yang membentang di sepanjang Pantai Timur Jazirah Indocina. Keunikan dan keindahan negara memilki 58 provinsi dan 5 kotamadya, menjadi catatan khusus perjalanan Tim ASPPI awal tahun 2025 ini.

“Dari sini kita mencoba belajar dengan melihat langsung, kenapa Vietnam sangat menarik minat wisatawan untuk berwisata kesana dari beberapa aspek.Dengan melihat capaian-capaian apa yang bisa kita pelajari nantinya, tentu ini menjadi catatan bagi penggiat dan pelaku pariwisata kita,” ujar Agus di sela-sela kunjungannya ke – Fansipan Mountain( the roof of indochina) Hanoi .

 

Agus Pahlevi, Ketua Umum ASPPI saat berada di kawasan Fansipan.

Salah satu yang menarik adalah Cat Cat Village yang merupakan permata tersembunyi Vietnam yang memikat hati setiap wisatawan. Desa ini menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam mempesona dan kekayaan budaya tradisional nan mendalam yang berada di jantung pegunungan Sapa.

Cat Cat Village terletak di distrik Sapa, provinsi Lao Cai, Vietnam, mampu memukau siapa saja yang berkunjung. Desa ini berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota Sapa, dan dapat diakses dengan mudah melalui perjalanan singkat menggunakan kendaraan maupun trekking ringan.

“Pemandangan yang bagus dan keramahan warganya memberi nilai plus. Karena kampung ini dikelilingi oleh lanskap pegunungan memukau, Hamparan sawah terasering hijau melingkupi desa ini, menciptakan pola-pola indah dan harmonis dengan lingkungan sekitarnya,” tutur Ketua DPD ASPPI Kepri, Justitia Primadonna Ghazaly.

 

Justitia Primadonna Ghazaly (Ketua DPD ASPPI Kepri) dan Teguh Winarto (Ketua DPD ASPPI Kalsel) mengenakan pakaian adat suku suku H’mong di Cat Cat Village.

Perempuan cantik yang disapa Dona ini pun terkesan dengan keunikan budaya dan sikap ramah tamah suku H’mong yang mendiami Cat Cat Village. Terlebih diantaranya sangat terampil mengolah kerajinan tangan, seperti menenun kain tradisional dan pembuatan barang kerajinan tradisional berbahan alami.
Sebagai rumah bagi suku H’mong, Cat Cat Village menawarkan pandangan mendalam tentang kehidupan tradisional yang kaya dan berwarna. Suku H’mong dikenal dengan keterampilan kerajinan tangan mereka, dan di sini Kamu dapat menyaksikan proses menenun kain tradisional yang rumit serta pembuatan barang-barang kerajinan tangan dari bahan alami.

Perjalanan lain yang tak kalah seru adalah menjelajahi Gunung Fansipan di Sapa. Gunung ini juga memiliki hutan lebat, lembah hijau, dan pematang sawah. Fansipan ini juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Biasanya wisatawan akan menaiki Cable Car Station untuk menikmati keindahan pegunungan yang terletak di provinsi Lao Cai.

“Gunung yang Sering dijuluki sebagai “Atap Indochina,” memiliki ketinggian 3.143 meter di atas permukaan laut. Fansipan ini menawarkan tantangan bagi para pendaki dengan trek memacu adrenalin dan pemandangan memukau dari puncaknya.Tak mengapa kita coba bro,” ucap Teguh Winarto.( Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis – Pemimpin Umum Economic Travelling.Com.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!