Menteri Pariwisata Widiyanti Apresiasi Wisata Gastronomi di Ubud

0
UBUD UTAMA

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana beserta jajaran saat mengikuti kelas memasak di Pemulan Bali Farm Cooking, Gianyar, Bali. (Foto - Humas Kemenpar).

Wisata gastronomi memang tak sepopuler wisata kuliner. Namun sejatinya wisata gastronomi bukan sekedar kepada perjalanan ke suatu daerah dengan tujuan untuk menikmati makanan dan minuman lokal. Wisata gastronomi berbeda dengan wisata kuliner biasa karena lebih menekankan pada pengetahuan dan filosofi makanan, bukan hanya menikmati hidangannya

Wisata gastronomi merupakan seni mempelajari makanan secara menyeluruh di setiap proses pembuatannya. Mulai dari persiapan, pemilihan bahan makan, proses memasak, hingga seni presentasi, estetika, dan mutu makanan tersebut.

Dalam wisata gastronomi, wisatawan dapat: Mencicipi masakan khas daerah, Mengunjungi produsen lokal, Mengikuti festival makanan, Menghadiri kelas memasak.Melalui wisata yang satu ini.

Sejumlah daerah pun kini mengembangkan wisata gastronomi karena dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan membantu destinasi berkembang. Wisatawan dapat merasakan dan memahami budaya daerah melalui tradisi kulinernya. Tak hanya itu Wisatawan tertarik mencoba makanan lokal dan mengalami budaya kuliner daerah secara langsung. Disamping itu pula Wisata gastronomi dapat mendukung ekonomi lokal melalui industri UMKM.

Salah satu daerah yang komitmen mengembang wisata gastronomi adalah Bali. Tak heran jika Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi komitmen pelaku industri wisata di Ubud, Gianyar, Bali, dalam mengembangkan potensi pariwisata khususnya wisata gastronomi sebagai salah satu bentuk dari pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Pengalaman wisata gastronomi yang dibalut dengan keindahan alam di Ubud membuat saya kagum terhadap kreativitas dan inovasi destinasi pariwisata di Ubud,” kata Menpar Widiyanti usai menikmati sejumlah destinasi gastronomi di Ubud, beberapa hari lalu.

 

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana icip makanan di Syrcro Base, restoran yang dikembangkan oleh Chef Syrco Bakker. (Foto-Humas Kemenpar).

Destinasi gastronomi yang dikunjungi Menpar Widiyanti yang pertama adalah Hujan Locale yang merupakan restoran dan bar Indonesia modern. Restoran ini menyajikan sajian makanan dengan mengunggulkan bahan-bahan dan cita rasa unik nusantara. Resep makanan tradisional yang dikembangkan menuju cita rasa dan interpretasi modern.

Di antaranya adalah Slipper Lobster Dumpling dengan cita rasa Padang yakni saus cabai dengan daun kari goreng, juga daging rendang yang dimasak 48 jam hingga memiliki tekstur yang amat lembut.

Di tempat ini juga bisa mengunjungi sekaligus icip makanan di Syrcro Base, restoran yang dikembangkan oleh Chef Syrco Bakker. Dalam sajiannya, Syrco Bakker mengedepankan nilai-nilai ketertelusuran dengan alam, menjelaskan setiap bahan yang berasal dari kesuburan tanah Bali.

“Saya juga mendapat pengalaman menarik dengan mengikuti kelas memasak di Pemulan Bali Farm Cooking menggunakan bahan-bahan dari perkebunan dan membuat masakan nusantara semakin meningkat cita rasanya,” ujar Menpar.

Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan UNWTO dan Pemkab Gianyar sebelumnya telah menetapkan Ubud untuk diproyeksikan menjadi prototipe gastronomi dunia. Pemilihan Ubud sebagai proyek percontohan karena kesiapan dan kolaborasi yang baik dari pelaku industri dan stakeholder lainnya.

 

salah satu kawasan tempat menikmati Wisata gastronomi di Ubud, Bali.

Makanan di Ubud tidak sekadar hidangan, tetapi sudah menjadi gaya hidup dan budaya bagi masyarakat setempat.

Budaya gastronomi yang mengakar di Ubud dapat terlihat dari interpretasi relief pada dinding Pura Yeh Pulu, yang menggambarkan budaya beternak, bertani, dan berburu sebagai bagian dari budaya gastronomi lokal. Ubud juga memiliki Subak, sistem tata kelola irigasi tradisional yang menjadi pilar kebudayaan masyarakat Bali serta filosofi Tri Hita Karana, prinsip keselarasan antara manusia, alam, dan Tuhan, yang juga merepresentasikan kekayaan budaya dan kuliner.

“Kemenpar berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah penguatan wisata Gastronomi di Ubud sehingga menjadi daya tarik wisata yang berkualitas bagi wisatawan,” ucap Menpar Widiyanti Putri .

Selain wisata gastronomi, Menpar bersama Wamenpar Ni Luh Puspa juga berkesempatan mencoba suguhan wellness tourism di Mekar Jungle Spa, bagian dari K-Club Ubud Hotel, telah diakui secara internasional sebagai Best Couple Spa in Asia dan #1 Best Luxury Spa 2023. Spa ini menyajikan pengalaman relaksasi dengan sentuhan tradisi Bali di tengah hutan tropis yang memukau.

Menpar mengapresiasi bagaimana setiap perawatan di dalamnya menggunakan bahan alami dari petani lokal, mencerminkan harmoni dengan alam, sekaligus mendukung pemberdayaan komunitas.

“Dengan fasilitas unik seperti ruang perawatan berbentuk cocoon dan pemandangan hijau yang menenangkan, destinasi seperti ini menunjukkan potensi besar wellness tourism Indonesia di mata dunia,” sebut Menpar Widiyanti. (Olpah Sari-Fikri Husaini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!