Padi Apung Cocok di Desa Siang Gantung , OJK-Bank Kalsel Optimis Berhasil
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dan Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo serta Kepala Dinas Pertanian Hulu Sungai Selatan, M Noor melakukan penanaman perdana padi apung.
Desa Siang Gantung, Kecamatan Daha Barat, Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, menjadi pilot project pengembangan budidaya padi apung. Lahan yang sebagian besar di atas rawa dinilai pas dalam menjalankan program yang bisa mendongkrak produktivitas pertanian.
Karenanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Kalsel optimis budidaya padi apung bakal sukses dan berkembang dengan baik di distrik Nagara ini. Kedua lembaga ini secara resmi bersinergi menyukseskan program padi apung di Desa Siang Gantung di Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Desa Siang Gantung sendiri satu diantara tujuh desa yang berada di kawasan rawa Nagara, Hulu Sungai Selatan.Kondisi kawasan yang penuh rawa dan saat musim hujan menjadi sungai rawa, dinilai pas untuk mengembangkan teknologi pertanian modern, seperti budidaya padi apung.
Sekedar diketahui budidaya padi apung adalah teknik budidaya padi yang dilakukan di atas air dengan menggunakan rakit atau styrofoam sebagai wadah tanam. Teknik ini merupakan adaptasi dari budidaya padi di sawah yang dilakukan di lahan tergenang, seperti lahan rawa atau gambut
Budidaya padi apung memiliki beberapa keunggulan, di antaranya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ketinggian air, produktivitasnya relatif tinggi.Tak hanya itu dia toleran terhadap hama dan penyakit.
“Disamping itu dia membantu ekosistem perairan dengan membuat sarang ikan dan perawatan dan pemupukannya ekonomis.Jika disini berhasil dikembangkan tidak menutup kemungkinan pengembangan budidaya padi apung ini akan menjadi sarana rekreasi agroeduwisata,” ungkap Kepala OJK Provinsi Kalsel Agus Maiyo saat gelar media update dan kunjungan implementasi budi daya padi apung di Hulu Sungai Selatan, Selasa (03/12/2024).
Dengan menggunakan varietas padi yang toleran terhadap genangan, seperti Inpari atau Inbrida Padi Sawah Irigasi, yaitu padi inbrida yang ditanam di lahan sawah. Inbrida adalah varietas padi yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memiliki tingkat kemurnian yang tinggi.
“Padi apung bisa menjadi solusi untuk memanfaatkan lahan rawa yang tergenang dan meningkatkan ketahanan pangan,” tambah Agus Maiyo.

Agus pun menyebutkan program ini sebagai partisipan untuk mewujudkan swasembada pangan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.Karenanya dengan menggandeng Bank Kalsel, petani di desa tersebut dapat bantuan berupa sarana styrofoam untuk penanaman padi sistem apung.
“Jadi program ini sudah dilakukan penelitian dan pengkajian mendalam, dan positif bisa dikembangkan di daerah rawa wilayah Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Selain iu kelompok taninya juga sudah berhasil uji coba panen padi apung,” sambungnya lagi.
Program ini diapresiasi sejumlah wartawan, salah satunya Raudah Anisya. Wartawan ekonomi senior Radar Banjarmasin menilai potensi-potensi kawasan rawa seperti memang paling pas menggunakan padi apung disamping menerapakan pertanian konvensional lainnya.Apalagi daerah ini termasuk yang hanya bisa menanam sekali setahun, karena selalu tergenang air.
“Karena itu kami menilai ini sangat pas dibudidayakan. Yang terpenting adalah juga support bagi petani seperti bantuan biaya dan peralatan pendukung, setidaknya juga ada peran Bank Kalsel” Kata Nisya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengaku sangat mendukung program budidaya padi apung ini. Karenanya bantuan untuk program padi apung di Desa Siang Gantung, Kecamatan Daha Barat ini dari dana tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Bank Kalsel berkomitmen untuk membantu program inovasi pertanian dan lainnya, khususnya untuk mewujudkan swasembada pangan di negeri ini. Kami sangat mendukung inisiasi OJK dalam program padi apung di desa ini,” ujar pria yang masih berdarah Hulu Sungai Selatan.
Fachrudin berharap nantinya penambahan bantuan untuk program padi apung di desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan tarap ekonomi masyarakat, juga keberlanjutan pertanian.
Terlebih bersama OJK, dalam pendekatan program ini mereka menekankan kepada bagaimana membentuk ekosistem pembiayaan, bahkan sampai ekosistem pengembangannya dengan melibatkan perbankan, seperti Bank Kalsel. (M.Irfani).
