Inilah Pasar Pandu Banjarmasin Yang Bikin Wamen Perdagangan Terkesan

0
PASAR PANDU UTAMA SEKALI

Bahagianya para pedagang Pasar Pandu bertemu Ibu Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto-Dok Diskominfotik Banjarmasin).

Meskipun namanya tak sepopuler Duta Mal dan Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari, namun pasar Pandu menjadi salah satu pasar tradisional legenda di Banjarmasin.

Pasa Pandu adalah pasar tradisional yang sarat sejarah. Pada zamannya dia adalah pasar favorit masyarakat di kawasan Banjarmasin Timur dan sekitarnya. Berada di kawasan pemukiman penduduk pasar ini pun tetap bertahan dalam lintasan waktu hingga saat ini.

Tak heran jika seorang Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, sangat terkesan dengan pasar rakyat yang masih terjaga suasananya dan menjadi bagian penting bergeraknya perekonomian di Banjarmasin.

Senin pagi (18/11/2024) Pasar Pandu Banjarmasin menjadi spesial karena dikunjungi langsung Wakil Menteri Perdagangan Kabinet Merah Putih, Dyah Roro Esti Widya Putri. Sang Wakil Menteri didampingi langsung Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Dr Hj Siti Wasilah, meninjau langsung pasar sarat cerita. Kunjungan tersebut sekaligus menandai penetapan Pasar Pandu sebagai Pasar Berstandar Nasional Indonesia (SNI) Tipe D.

Penetapan Pasar Pandu sebagai pasar berstandar SNI membawa harapan besar bagi masyarakat. Pasar yang telah dinilai memenuhi berbagai aspek, termasuk kebersihan, manajemen, dan kenyamanan, diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pengunjung sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi para pedagang lokal.

 

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri didampingi langsung Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Dr Hj Siti Wasilah, meninjau langsung Pasar Pandu Banjarmasin.

Wamen Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan pentingnya memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan meningkatkan kualitas pasar tradisional agar semakin kompetitif.

“Kami memantau harga kebutuhan pokok di pasar ini dan memastikan semuanya stabil serta sesuai dengan standar,” ujar Dyah Roro.
Dyah Roro menyatakan kepuasannya terhadap kebersihan dan pengelolaan pasar yang sudah memenuhi standar SNI dan sangat terkesan dengan keramahan pedagang dan pengunjung Pasar Pandu.

“Kebersihan terjaga, dan ini penting untuk menciptakan kenyamanan bagi pengunjung. Kami juga berharap ada dorongan digitalisasi di pasar ini untuk mempermudah transaksi antara pedagang dan pembeli,” tambahnya.

Selain memastikan kualitas pasar tertata dan rapi serta bersih, Dyah Roro berkesempatan menyerahkan bantuan berupa 50 timbangan pegas elektronik kepada para pedagang.

“Timbangan ini penting untuk memastikan akurasi. Dengan alat ini, baik pedagang maupun konsumen dapat menimbang ulang agar tidak ada pihak yang dirugikan,” pesannya kepada pedagang.

Dyah Roro menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia.

“Kami ingin pasar-pasar tradisional tetap relevan di era modern. Digitalisasi adalah salah satu kunci agar pasar seperti ini bisa terus maju,” ujarnya.

 

Senangnya pedagang bernama Acil Idah, Acil Leha, Paman Yansyah dan Bibi Ati menerima bantuan timbangan pegas dari Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto- Diskominfotik Banjarmasin).

Kunjungan Wakil Menteri Perdagangan RI ke Pasar Pandu pun disambut gembira pedagang dan masyarakat Jalan Pandu. Karena untuk pertama kalinya pasar dan kampung mereka dikunjungi tamu agung sekelas Wakil Menteri.

“Alhamdulillah, kami merasa bangga dan terharu karena ada kunjungan ibu Wakil Menteri Perdagangan ke Pasar Pandu yang legend ini. Mudah-mudahan ini memberikan spirit luar biasa bagi masyarakat Banjarmasin dan Pasar Pandu khususnya.Terima kasih Bu Wakil Menteri kunjungannya,” Atul salah satu warga Pasar Pandu.

Senada dengan itu, salah satu pedagang Pasar Pandu menyambut baik status baru Pasar Pandu sebagai pasar SNI Tipe D.

“Dengan begini, kami yakin lebih banyak pembeli yang datang. Fasilitasnya juga semakin memadai,” kata salah satu pedagang yang berjualan di lantai dua.

Sebagai pasar yang berstatus Pasar SNI Tipe D, pemerintah berharap pasar tradisional tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang bersih, nyaman, dan berstandar.

Bagi masyarakat Banjarmasin, kunjungan ini menandai langkah besar dalam upaya menghadirkan pasar berkualitas yang mendukung kesejahteraan bersama.

Sekedar diketahui Pasar Rakyat tipe D kriteria adalah beroperasi paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) pekan dan memiliki jumlah pedagang paling sedikit 100 (seratus) orang. Selain itu memiliki luas lahan paling sedikit 2.000 m2 (dua ribu meter persegi).(Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis-Editor Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!