Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Inilah Layanan Bank Kalsel
Foto Ilustrasi - Salah satu layanan Bank Kalsel.
Dalam rangka mendukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Bank Kalsel terus memperluas dan mengembangkan layanan berbasis digital.
Selain penguatan sistem di layanan Teller, Bank Kalsel juga membangun kolaborasi dengan platform E-commerce , diantaranya GoPay, Tokopedia, LinkAja, OVO, BliBli, DANA, Indomart, serta perbankan lainnya seperti UOB, BTN, dan Signal (e-Samsat).Hal ini dilakukan dalam rangka memudahkan masyarakat dalam pembayaran PBB dan pajak kendaraan.
Tak hanya dalam mendukung layanan lain Bank Kalsel juga menghadirkan 291 unit mesin ATM dan CRM, yang tersebar di seluruh Kalsel dalam memfasilitasi pembayaran non tunai.
“Pengembangan EDC EDC Bank Kalsel kami optimalkan guna mendukung pencatatan pajak hotel, restoran, cafe serta penerimaan retribusi (parkir, pasar, sampah, tiket dan lainnya, “ terang Direktur Utama Bank Kalsel, kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (01/10/2024).
Selain itu masyarakat juga bisa melakukan pembayaran non-tunai, seperti parkir, penyeberangan, dan transportasi umum, menggunakan Aksel Card Bank Kalsel, produk uang elektronik co-branding dengan Brizzi.
Bank Kalsel juga mengembangkan fasilitas virtual account yang terintegrasi dengan aplikasi milik Pemda, memungkinkan pelaporan pembayaran diterima secara real-time dan dapat dibayarkan melalui kanal transfer bank manapun.
Demikian pula dalam mendukung pembayaran untuk E-Samsat, PBE DAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, serta retribusi daerah, masyarakat dan nasabah bisa menggunakan layanan produk Payment Point Online Bank (PPOB Bank Kalsel).
“Kami juga sudah menyediakan Internet Banking Bisnis (IBB)Aplikasi yang digunakan Pemda untuk melakukan pengeluaran secara non-tunai dan real-time ini telah diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel,” tambah Fachrudin.
Tak hanya itu Bank Kalsel menyediakan sistem yang terhubung dengan sistem pengelolaan keuangan Pemda untuk pencairan SP2D dan pembayaran pajak, namanya adalah Cash Management System Pemda Bank Kalsel.
Bank Kalsel juga memiliki aplikasi CMSP DESA , yang terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes Link) milik(emendagri Ditjen Bina Pemerintahan Desa, mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih efektif. Disamping itu ada pengembangan integrasi Host to Host dengan aplikasi SIPD milik Kemendagri untuk pengelolaan pengeluaran Pemda secara real-time.
“Keberhasilan digitalisasi di Kalimantan Selatan tidak hanya mempercepat arus transaksi, tetapi juga mendukung inklusi keuangan, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang belum terlayani oleh perbankan,”tutupnya. (Olpah Sari/Adv).
