Pamor Borneo Tak Sekedar Pamor Biasa

0
PAMOR BORNEO

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel, Fadjar Majardi dan jajaran memberkan keterangan pers.

 Tak terasa hampir lima tahun sudah Program Akselerasi UMKM berorientasi ekspor (PAMOR) Borneo berjalan. Program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Kalimantan Selatan adalah komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam memuluskan langkah strategi ini Bank Indonesia pun mengandeng erat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pamor Borneo sendiri adalah sebuah project pengembangan UMKM berkelanjutan dengan mendorong UMKM Go Digital dan UMKM Go Ekspor.Project bertujuan mulia mengangkat kapasitas dan kelas pelaku UMKM lewat akselerasi yang memungkinkan pelaku usaha khususnya UMKM di Banua semakin matang dan berkembang di tengah peluang dan tantangan.

Bank Indonesia memiliki misi khusus menjadikan event berskala nasional go internasional ini sebuah platform tahunan yang memberikan ruang dan akses UMKM. Bahkan salah satu tujuannya adalah meningkatkan daya saing UMKM daerah, mempromosikan pariwisata lokal. Serta mempercepat implementasi proyek investasi yang strategis.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel, Fadjar Majardi menyebutkan Pamor Borneo 2024, tak hanya sebagai forum dalam memperkenalkan potensi ekonomi daerah saja, namun ia juga sebagai wadah untuk mempromosikan produk-produk lokal serta mendukung kegiatan pariwisata di Indonesia, khususnya di Banua.

“Dan satu kegiatan utamanya  adalah South Borneo Investment Forum. Dalam forum ada sejumlah proyek investasi Kalsel dipresentasikan. Proyek-proyek ini, berfokus kepada sektor non-ekstraktif di luar batubara dan kelapa sawit, telah dikurasi secara teliti untuk menarik investor, nilai total investasi yang diproyeksikan mencapai Rp 5,4 triliun. Kegiatan ini melibatkan partisipasi investor dari 11 kedutaan negara sahabat. Diharapkan ini dapat mendorong perkembangan ekonomi regional,”sebut pejabat utama yang dikenal dekat dengan media.

 

Kekayaan hayati kawasan Lembah Kahung, salah satu destinasi wisata berbasis alam di bentangan Geoapark Meratus.

 

Penulis bersama tokoh adat Dayak Deah, Kabupaten Tabalong, saat survei destinasi wisata Kalsel.

Berbicara dihadapan puluhan Jurnalis dan media, Fajar yang didampingi Ekonom Ahli, Erwin Syafii, Analis Bank Indonesia, Rakhmat Pratama, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR-MI), Gde Agus Widjaya Kesuma, dia juga menjelaskan Pamor Borneo juga bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Selatan ke-74 .Kegiatan ini pun sebagai dukungan terhadap  Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja (Gernas BBI-BWI) di Kalsel.Kegiatan sendiri berlangsung sejak 10 Agustus hingga 14 Agustus 2024 di Duta Mall Banjarmasin.

“Pamor Borneo 2024 tidak hanya menjadi acara ekonomi dan investasi semanat, namun ia juga  hadir memperkuat identitas lokal. Selain itu  mendukung inisiatif nasional dalam membangun ekonomi yang tangguh dan inklusif di Kalimantan Selatan.,”terangnya.

Analis Bank Indonesia, Rakhmat Pratama menambahkan kegiatan ini akan mengintegrasikan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan festival QRIS nasional.Tujuannya adalah bagaimana mendorong penggunaan QRIS di Kalimantan Selatan dalam transaksi sehari-hari, disamping meningkatkan pula jumlah penggunanya hingga ke pelosok-pelosok di Kalsel.

“Tentunya ini selaras dengan upaya kita bersama memajukan ekonomi digital di daerah khususnya di Banua. Program ini merupakan bentuk dukungan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi ekspor serta mendorong pariwisata domestik, yang bermuara bagi pergerakan ekonomi daerah yang dinamis,”ucap pria yang pernah menjabat Kepala Humas Bank Indonesia Kalsel.

Event Pamor Borneo 2024 diyakini sebagai refleksi dari upaya pelaksanaan mandat kebijakan makroprudensial khususnya dalam mendorong fungsi intermediasi serta peningkatan akses keuangan. Dan Bank Indonesia pun memiliki peran dalam pengembangan UMKM.

Dalam catatan Bank Indonesia UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan signifikan khususnya dalam pembentukan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja. UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Namun demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya dari sisi akses keuangan. Karena itu pula Bank Indonesia terus berkomitmen mendorong pelaku UMKM lebih progres dan berdaya saing serta memiliki kemampuan dalam menghasilkan produk yang go digital dan go ekspor.

 

M.Khalid dan Herboneo Kopi, salah satu pelaku UMKM binaan Bank Indonesia yang sukses dan mendulang prestasi di level nasional.

Kegiatan yang mengusung Innovative Pathways Driving South Bomeo Economic Development with Trade, Tourism, and investment” diapresiasi sebagai etalase dan pintu gerbang dalam penguatan ekonomi suatu daerah. Terlebih sejak diselenggarakan lima tahun silam, tetap konsen dan fokus dalam meningkatkan daya saing dan penguatan SDM UMKM.

“Di satu sisi yang tak kalah penting Bank Indonesia terus fokus juga membantu dan mempromosikan pariwisata termasuk mendorong pengembangan Geopark Meratus. Ini Pamor Borneo Tak Sekedar Pamor Biasa,” ujar  Ketua Perhimpunan Jurnalis Ekonomi Banua, Muhammad Risanta.

Pria yang juga Dosen STIE Pancasetia, menilai langkah strategis yang dilakukan duet Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan semakin membuka peluang bagi daerah. Karena tak sekedar promosi namun juga memberikan peluang investasi yang cukup signifikan seperti business matching dan one-on-one meeting.

“Terlebih nanti dalam South Borneo Investment Forum yang ke-2, akan ada B2B (Business To Business) dan melahirkan Letter Of Intent (LOI). Dengan total investasi yang diproyeksikan sebesar Rp 5,4 triliun dengan 9 proyek investasi, tentu bukan project kaleng-kaleng.Tercatat juga ada 15 investor atau delegasi negara sahabat yang hadir,”kata Risanta.(Olpah Sari)

Olpah Sari – Jurnalis – Editor Economic Travelling.Com.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!