Borneo Palm Oil Forum Komitmen Kuat Bagi Kolaborasi dan Sinergisitas

0
BPOF 2020- UTAMA

Joko Supriyono : Kinerja Sawit Nasional Tumbuh Positif Di Masa Pandemi

 Banjarmasin – Semakin tak terbantahkan industri kelapa sawit salah satu industri yang terbilang tangguh pada masa pandemi Covid-19. Pada masa-masa sulit akibat terpaan keras pandemi, industri kelapa sawit  masih tetap tumbuh positif dan mampu memberi kontribusi terbesar terhadap PDB.Sektor kelapa sawit ditasbihkan sebagai salah satu industri unggulan dalam menunjang ekonomi Indonesia.

Ketua Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat, Joko Supriyono,menyebutkan kinerja sawit nasional cukup baik dan selama pandemi pertumbuhan produksi dan ekspor tidak terganggu.Kinerja ini juga dilihat dengan kontribusi 3,5 persen terhadap PDB nasional, ditambah dengan kontribusi 13,5 persen terhadap rata-rata ekspor non migas.

“Industri sawit Indonesia tumbuh positif dan tetap tangguh di masa pandemi.Meskipun begitu industri ini tetap harus selalu membangun sinergisitas dan kolaborasi.Komitmen kita adalah kelapa sawit berkelanjutan memberikan peranan penting dalam perekonomian Indonesia,”kata Joko Supriyono, saat menghadiri Borneo Palm Oil Forum Forum ke-4, di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Rabu (15/12/2021).

 

Apresiasi Gubernur Kalsel H.Sahbirin Noor untuk Acara Borneo Palm Oil Forum ke-4. Kedatangan Paman Birin disambut Ketua Umum GAPKI Pusat, Joko Supriyono dan Presiden Borneo Forum, Muhammadsjah Djafar, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Drh.Hj.Suparmi MS.

 

Disebutkan Joko Supriyono, dalam rangka untuk meningkatkan industri sawit berkelanjutan telah dilakukan usaha-usaha membangun kolaborasi yang terus menerus antara pelalu usaha baik di daerah, provinsi maupun kabupaten. Salah satunya terkait bagaimana mendorong iklim yang kondusif baik dari aspek regulasi dan aspek investasinya.

“Melalui Borneo Palm Oil inilah kita bangun terus menerus kolaborasi dan sinergitas. Sesuai tujuan dari forum ini bagaimana upaya merumuskan solusi yang bisa direkomendasikan untuk ditindak lanjuti secara bersama oleh para pemangku kepentingan industri kelapa sawit,” jelas Joko Supriyono, saat memberikan keterangan pers didampingi Topan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI dan Drh.Hj.Suparmi MS, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan.

Kolaborasi dan sinergi ini bisa dilihat dengan Kalimantan Selatan, yang selama ini dikenal sangat baik hubungan dan kooordinasi antara pelaku usaha dan pemerintah. Industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan tumbuh dengan baik. Kinerja ekspor sawit telah menghantarkan Kalimantan Selatan memperoleh penghargaan Juara I Ekspor Komoditas Pertanian tingkat nasional.

“Karena itulah ini menjadi contoh yang baik dan mengapa saya selalu hadir ke Kalsel untuk acara-acara sawit dan termasuk apel kesiap-siagaan Karhutla. Perhatian pemerintah provinsi Kalsel dibawah kepemimpian Paman Birin luar biasa terhadap industri sawit.Inilah yang kami apresiasi,” ujar Joko.

 

 

Senada dengan itu Kepala  Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Drh.Hj.Suparmi MS,  Borneo Palm Oil Forum, semakin membuka kerjasama dan koordinasi yang baik antara pelaku usaha perkebunan sawit dengan pemerintah daerah. Karena itulah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi forum yang juga menghadirkan pemateri hebat dalam seminar secara marathon selama dua hari berturut-turut.

“Tentunya melalui diskusi-diskusi dan sharing pada seminar ini, kita bersama-sama mendorong peningkatan produktivitas perkebunan sawit dan terus berkolaborasi,” beber Suparmi.

Menurut Suparmi, harapannya potensi-potensi sektor industri sawit ini akan diselaraskan lebih jauh lagi. Mengingat pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatansedang menyusun Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan ( RAD KSB) 2021-2024 yang menyasar pada penguatan data, koordinasi dan Infra struktur. Disamping pula sasarannya pada  peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun, pengelolaan lingkungan,tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa serta percepatan Sertifikasi perkebunan berkelanjutan.

Sekedar diketahui dalam Borneo Palm Oil Forum ke-4, yang dipusatkan di Banjarmasin, 15-16 Desember 2021,menghadirkan pula sejumlah pembicara yang berkompeten. Diantara mereka terdapat Indah Anggoro Putri (Dirjen PHI dan JSK Kementerian Ketenagakerjaan RI), Ali Jamil (Plt. Dirjen Perkebunan Kementan RI), Sunari (Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS), Hanif Faisol Nurofiq (KLHK), Roy Rizali (Sekda Provinsi Kalsel), Tatang Hernas (Ketua Umum IKABI), Paulus Tjakrawan (Ketua Harian APROBI), Dr. Tungkot Sipayung (Direktur Eksekutif PASPI), Dr. Bandung Sahari (SVP Sustainability Astra Agro), dan Mohamad Risal Wasal (Direktur Sarana Transportasi Darat Kemenhub RI).(Olpah Sari Risanta).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!