Milenial Pun Harus Paham Cara Pemulasaraan Jenazah

0
LATIHAN 1

Salah satu materi spesial Pelatihan Saran Kanda adalah praktik mengkafani jenazah.

Pelatihan Saran Kanda Pemkab Banjar Menuai Apresiasi

 

Tenaga Pemandi-mandi jenazah atau Pemulasaraan Jenazah selalu identik dengan orang dewasa atau yang berusia lansia.Karena hampir di sebagian kawasan dan daerah, saat ada yang meninggal dunia yang mengurus jenazah banyak dilakukan orang dewasa. Cara merawat jenazah yang disyari’atkan Islam diantaranya adalah memandikan, mengkafani, mensholati dan kemudian menguburkan.

Upaya regenerasi pun terus dilakukan agar kewajiban merawat jenazah bisa berkesinambungan.Karena dipastikan seiring waktu generasi pendahulu akan mengundurkan diri karena faktor usia termasuk ada yang tutup usia.

Upaya inilah yang dilakukan Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dengan mengelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Kalangan Pemuda yang populer dengan sebutan Saran Kanda

Pelatihan yang dipusatkan di kawasan Wisata Danau Tamiang, Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar ini disambut antusias puluhan remaja dan pemuda kampung tersebut. Mereka pun dengan seksama mendengar uraian pembimbing Tuan Guru Haji Arif Martapura dan Bunda Hj Masfah.

Tuang Guru Haji Arif meminta para peserta yang kelak menjadi pemandi-mandi jenazah bersyukur mendapat panggilan sebagai orang-orang pilihan dalam mengurus dan merawat jenazah. Karena itulah mereka diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang bisa meneruskan pekerjaan generasi terdahulu dengan baik dan profesional sesuai ajaran Islam.

Dia menjelaskan tiga hal penting yang menjadi fokus dalam pelatihan yakni memandikan, mengkafani kemudian mensholatkan jenazah. Salah satunya adalah mempersiapkan peralatan-peralatan untuk prosesi memandikan jenazah, disusul tatacara memandikan dengan benar dan berkesinambungan sesuai ajaran dan aturan yang ditetapkan dalam agama Islam.

 

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Dr H Muhari, bersama para peserta Pelatihan Saran Kanda Kelompok Perempuan Desa Mandikapau Barat.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Rija Rusadi SE melalui, Kepala Bidang Kepemudaan, Dr H Muhari mengungkapkan kegiatan ini sendiri salah satu upaya menumbuhkan semangat anak muda khususnya milenial menekuni profesi yang sangat diperlukan orang banyak yaitu tenaga pemandi-mandi jenazah.Karena sekarang tidak terlalu banyak anak muda yang mau terjun dalam bidang pemulasaraan jenazah.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengenalkan lebih jauh apa saja persyaratan dan peralatan untuk pemulasaraan jenazah yang biasa dilakukan orang yang di Banua kita disebut Pemandi-mandi. Dan teori dan praktek disampaikan langsung Tuan Guru Haji Arif dan Hj Masfah,” terang Muhari, kepada awak media, di sela-sela Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Kalangan Pemuda (Saran Kanda).

Lebih jauh Muhari menjelaskan dalam pelatihan jilid ke-10 atau akhir dari kegiatan Saran Kanda, para peserta dapat mengetahui apa saja yang orang muslim wajib lakukan kepada saudara saat saudaranya meninggal dunia. Tak hanya materi mereka pun diajarkan langsung atau praktik tatacara merawat jenazah sampai mengkafaninya.

“Yang terpenting adalah dari kegiatan ini, kita membekali kepada anak muda khususnya pemuda untuk hidup bermasyarakat. Karena hukumnya yang Fardu Kifayah membuat jarang sekali orang bisa melakukan perawatan jenazah, apalagi yang sesuai dengan syariat islam,” ujar pria yang dikenal sebagai Dai.

Kepala Desa Mandikapau Barat, Sapuani, sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar  ke kampung mereka. Hal ini selaras dengan keinginan masyarakat luas di kawasan Mandikapau Barat,akan pentingnya keberadaan petugas pemulasaraan jenazah.

“Kita tidak menampik kalau saat ini memang tenaga-tenaga yang muda di pemulasaraan jenazah sangat kurang. Karena selama ini yang ada hanya berusia tua dan perlu regenerasi.Makanya kami menyambut baik program Saran Kanda masuk desa ,kalau perlu tahun depan ada lagi kegiatan serupa,” harap Sapuani.

Fikri salah satu peserta pelatihan Saran Kanda mengaku gembira karena para pemuda kampung diberikan kesempatan menimba ilmu spesialis ini. Hal ini juga memberikan manfaat kepada anak muda khususnya juga kalangan milenial lebih peka dengan keadaan lingkungan sosial dan meningkatkan kepedulian kepada sesama umat Islam. Dengan belajar kepengurusan jenazah, maka generasi muda juga dapat turut membantu meringankan beban keluarga jenazah dan sebagai ungkapan belasungkawa atas musibah yang dialami.

“Alhamdulillah, dulu kami bingung mau belajar kemana,Hari ini kami mendapat ilmu dan wawasan luar biasa dari pelatihan hari ini,”kata Fikri mewakili sejumlah peserta. (Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!