Serapan Gabah BULOG Tembus 4,13 Juta Ton

0
BULOG

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama Direktur Pengadaan Perum BULOG, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc. (Foto - Olpah Sari).

Stok Beras Sudah Mencapai 4,5 Juta Ton

Perum BULOG terus memperkuat penyerapan gabah petani untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.

Hingga 12 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras BULOG mencapai 4.131.492 ton setara beras, melampaui target nasional sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut tidak membuat BULOG menghentikan pembelian hasil panen petani.

Pengadaan tetap dilanjutkan selama panen berlangsung di berbagai daerah, sejalan dengan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan cadangan beras dan melindungi produsen pangan.

Direktur Pengadaan Perum BULOG, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., menegaskan bahwa petani merupakan produsen utama pangan yang harus mendapat perlindungan melalui kebijakan penyerapan hasil panen.

“Bagaimanapun, produsen pangan itu adalah petani. Oleh karena itu, petani harus kita lindungi,” ujar Prihasto disela-sela kegiatan

program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG Peduli Rumah Pangan Kita (RPK) Mandiri, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kepastian harga di tingkat petani.

Kebijakan tersebut diberlakukan selama tahun penugasan 2026 berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026.

Melalui penyerapan yang berkelanjutan, BULOG berupaya memastikan hasil panen petani tetap memiliki pasar.

Langkah ini sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

 

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama Direktur Pengadaan Perum BULOG, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc saat menyerahkan bantuan senilai Rp5,3 juta dalam bentuk produk pangan BULOG, rak pajang, spanduk, identitas RPK, dan perlengkapan pendukung usaha. (Foto – Olpah Sari).

Data pengadaan menunjukkan, realisasi penyerapan BULOG pada 2026 telah mencapai lebih dari 4,13 juta ton setara beras per 12 Oktober.

Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 4 juta ton. Dengan demikian, pengadaan tidak lagi semata-mata berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga pada keberlanjutan penyerapan hasil panen di lapangan.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada pembatasan tambahan volume pengadaan meskipun target nasional telah terlampaui.

“Selama masyarakat para petani panen, Bulog diperintahkan tetap menyerap. Walaupun sudah mencapai target 100 persen, 4 juta ton,” kata Rizal, Kamis (15/10/2026).

Menurut Rizal, terpenuhinya target pengadaan tidak menjadi alasan bagi BULOG untuk menghentikan pembelian hasil produksi petani. Kebijakan tersebut dijalankan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan Menteri Pertanian.

Di sisi lain, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG berada di kisaran 4,5 juta hingga 4,8 juta ton pada Oktober 2026. Cadangan tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional, terutama untuk menjaga ketersediaan beras dan mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Besarnya stok beras juga perlu diimbangi dengan pengelolaan yang cermat, mulai dari penyimpanan, distribusi, hingga penyaluran sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan begitu, pengadaan yang tinggi dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Bagi BULOG, keberhasilan pengadaan bukan sekadar soal besarnya volume gabah dan beras yang masuk ke gudang.

Keberlanjutan penyerapan, kepastian harga di tingkat petani, dan terjaganya pasokan beras bagi masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan sektor pangan nasional.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!