Jembatan Pulau Laut Tembus 1.000 Meter

0
JEMBATAN KOTABARU UTAMA

Gubernur Kalsel H Muhidin meninjau langsung Jembatan Pulau Laut dirancang memiliki panjang keseluruhan sekitar 3,75 kilometer dan lebar 24 meter. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp5,5 triliun ini ditargetkan rampung pada 2028 dan dapat digunakan masyarakat pada 2029.. (Foto -Biro Adpim Kalsel).

Konektivitas Tanah Bumbu–Kotabaru Kian Nyata

Impian masyarakat menghubungkan daratan Kalimantan dengan Pulau Laut melalui jembatan permanen mulai menunjukkan kemajuan.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dilaporkan telah mencapai sekitar 1.000 meter pada salah satu bagian pekerjaan di sisi Batulicin.

Progres tersebut diketahui saat Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meninjau langsung lokasi pembangunan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (6/10/2026) sore.

Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan konstruksi sekaligus memperoleh penjelasan dari pengawas dan kontraktor mengenai pelaksanaan proyek infrastruktur strategis tersebut.

Dalam kunjungan itu, Muhidin berdialog dengan pihak pelaksana dan meninjau pekerjaan yang menjadi bagian dari pembangunan jembatan penghubung Tanah Bumbu–Kotabaru.

“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di jalur dari Batulicin menuju arah tengah. Di sini terdapat PT Wasita,” ujar Muhidin seusai peninjauan.

Berdasarkan keterangan pengawas di lapangan, panjang pekerjaan yang telah dilaksanakan di lokasi tersebut mencapai sekitar 1.000 meter, dengan jarak antartiang sekitar 50 meter.

“Menurut keterangan dari pengawas, pekerjaan di lokasi ini sudah mencapai sekitar 1.000 meter. Untuk jarak antartiang, masing-masing berjarak sekitar 50 meter,” katanya.

Gubernur juga melihat perkembangan pekerjaan yang melibatkan sejumlah badan usaha dan kontraktor. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memantau pelaksanaan proyek yang diharapkan membuka akses transportasi lebih mudah antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut.

 

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meninjau langsung lokasi pembangunan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (6/10/2026) sore. (Foto -Biro Adpim Kalsel).

Investasi Infrastruktur Rp5,5 Triliun

Jembatan Pulau Laut dirancang memiliki panjang keseluruhan sekitar 3,75 kilometer dan lebar 24 meter. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp5,5 triliun ini ditargetkan rampung pada 2028 dan dapat digunakan masyarakat pada 2029.

Pembangunan dibagi ke dalam sejumlah paket pekerjaan. Pada sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA).

Sementara itu, pekerjaan di sisi Kotabaru sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan oleh PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.

Dari sisi desain, struktur utama jembatan menggunakan konstruksi cable-stayed dengan dua pylon setinggi sekitar 100 meter. Kedua pylon tersebut berjarak sekitar 270 meter dan dirancang menggunakan beton mutu tinggi untuk mendukung kekuatan serta ketahanan struktur.

Proyek ini juga mencakup konstruksi box girder sepanjang sekitar 950 meter di sisi Batulicin dan 1.950 meter di sisi Kotabaru, serta pile slab sepanjang 75 meter pada masing-masing sisi.

Untuk menghubungkan jembatan dengan jaringan jalan yang tersedia, pembangunan jalan pendekat mencakup sekitar 1.500 meter di sisi Batulicin dan 1.250 meter di sisi Kotabaru.

Pembiayaan proyek bersumber dari sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru, serta anggaran multiyears dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam pembagian pelaksanaannya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan menangani bentang utama cable-stayed sepanjang 505,5 meter serta sebagian jembatan pendekat menuju Kotabaru sepanjang 547,25 meter.

Sedangkan sisa pekerjaan bentang pendekat dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan.

Membuka Akses, Memperluas Peluang Ekonomi

Lebih dari sekadar bangunan fisik, Jembatan Pulau Laut diharapkan menjadi penghubung yang memperkuat aktivitas ekonomi antara Tanah Bumbu dan Kotabaru. Ketersediaan akses darat yang lebih langsung berpotensi mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha.

Konektivitas tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan sektor perdagangan, perikanan, pertanian, industri, dan pariwisata yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kawasan pesisir Kalimantan Selatan.

Selama ini, keterhubungan antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelancaran perjalanan orang dan barang. Dengan tersedianya jembatan, masyarakat diharapkan memperoleh pilihan perjalanan yang lebih mudah, sementara dunia usaha berpeluang meningkatkan efisiensi distribusi dan memperluas jaringan kegiatan ekonomi.

Meski demikian, manfaat ekonomi proyek ini akan sangat ditentukan oleh kesiapan jalan penghubung, kelancaran akses menuju pusat produksi dan perdagangan, serta kemampuan pemerintah daerah mengintegrasikan jembatan dengan perencanaan kawasan.

Jika seluruh infrastruktur pendukung berjalan seiring, Jembatan Pulau Laut berpeluang menjadi bagian penting dari jaringan transportasi regional Kalimantan Selatan. Proyek ini diharapkan tidak sekadar mendekatkan dua wilayah secara geografis, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan target penyelesaian pada 2028 dan operasional pada 2029, progres pembangunan di lapangan menjadi salah satu tahapan yang akan terus dinantikan masyarakat Tanah Bumbu dan Kotabaru.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!