Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Diperpanjang
Direktur Operasi Basarnas RI Laksamana TNI Yudhi Bramantyo Putra memberikan keterangan pers.(Foto - Olpah Sari).
22 Penyelam Profesional Dikerahkan
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 belum berakhir. Memasuki hari ketujuh operasi, Tim SAR gabungan kembali mendapat waktu tambahan untuk memburu korban yang masih belum ditemukan.
Basarnas memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari ke depan.
Perpanjangan ini dilakukan bersamaan dengan persiapan evakuasi badan kapal yang hingga kini masih berada di lokasi kecelakaan.
Direktur Operasi Basarnas RI Laksamana TNI Yudhi Bramantyo Putra mengatakan, tim salvage baru tiba di lokasi sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan persiapan sebelum proses evakuasi badan kapal dimulai.
“Saat ini tim salvage baru datang dan pasti memerlukan waktu yang lama untuk mengevakuasi kapal. Oleh karena itu, kami akan memanfaatkan waktu tujuh hari ke depan untuk tetap melakukan operasi SAR seperti biasa,” ujar Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Sabtu malam (19/9/2026).
Perpanjangan waktu ini menjadi penting karena pencarian korban kini memasuki fase yang semakin kompleks.
Tim SAR tidak hanya menyisir kawasan sekitar lokasi kecelakaan, tetapi juga harus bersiap mendukung proses penanganan badan kapal.
Untuk memperkuat pencarian di bawah permukaan air, Basarnas mengerahkan 12 penyelam profesional yang memiliki pengalaman dalam operasi rescue diving.
Para penyelam tersebut di antaranya pernah terlibat dalam penanganan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dan Adam Air.
Keduabelas penyelam diberangkatkan dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju lokasi kejadian menggunakan TB Dragon Jaya, Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WITA.
Kehadiran para penyelam ini menjadi bagian penting dalam upaya pencarian, terutama menghadapi kondisi badan kapal yang membutuhkan penanganan khusus sebelum dapat dilakukan pemeriksaan dan evakuasi lebih lanjut.
Selain 12 penyelam, sebanyak 36 personel tim evakuasi dari KN SAR Kamajaya 104 juga digeser menuju lokasi.
Mereka membawa perlengkapan untuk mendukung proses evakuasi, antara lain kantung jenazah, hazmat, sarung tangan latex, sepatu bot serta peralatan dekontaminasi.
Peralatan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya korban di dalam badan kapal saat proses evakuasi berlangsung.
Yudhi menegaskan, selama tujuh hari tambahan tersebut, operasi SAR tetap berjalan. Tim akan melakukan penyisiran sekaligus berkoordinasi dengan tim salvage yang menangani evakuasi badan KM Virgo Transport 8.
“Harapannya, operasi SAR dapat kita laksanakan dengan maksimal sehingga membuahkan hasil,” katanya.
Hingga hari ketujuh operasi, Tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi 117 korban.
Dari jumlah tersebut, 9 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.Berdasarkan data Posko Induk SAR Gabungan tercatat ada 126 orang penumpang dinyatakan hilang.
Kini, pencarian memasuki fase baru. Tujuh hari tambahan bukan sekadar memperpanjang waktu operasi, tetapi menjadi kesempatan bagi Tim SAR untuk kembali menyisir lokasi kecelakaan secara maksimal, sekaligus membuka kemungkinan pencarian di dalam badan kapal setelah proses evakuasi dapat dilakukan.
Di tengah harapan keluarga yang masih menunggu kabar, operasi SAR KM Virgo 8 pun terus berpacu dengan waktu.(Olpah Sari).
