Bank Kalsel Dorong Atlet Muda Banua Naik Kelas
Foto Ilustrasi - Petenis Meja Putri Kalsel saat berlaga di turnamen tenis meja. (Foto - M.Irfani).
Prestasi di tingkat lokal seharusnya tidak menjadi titik akhir bagi atlet muda Kalimantan Selatan.
Justru dari kompetisi daerah, pembinaan harus dimulai agar mereka memiliki kemampuan dan mental untuk bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Pandangan itu disampaikan Direktur Operasional PT Bank Kalsel, Iwan, kepada awak media, saat menghadiri penutupan Turnamen Terbuka ke-VI DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di kompleks Perkantoran DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (25/8/2026) malam.
Bank Kalsel mengapresiasi pelaksanaan turnamen sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap atlet kelompok usia 16 tahun yang dinilai perlu mendapat pembinaan secara berkelanjutan.
“Kami apresiasi positif pelaksanaan turnamen ini dan juga kepada para juara, khususnya atlet anak-anak yang perlu terus dibina,” ujar Iwan.
Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet. Semakin sering bertanding, atlet akan semakin memiliki pengalaman untuk mengukur kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan.
Apalagi ketika memasuki kompetisi tingkat regional maupun nasional, persaingan akan jauh lebih ketat. Atlet tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mental bertanding dan konsistensi prestasi.
Karena itu, Bank Kalsel mendorong agar prestasi atlet muda yang muncul dari berbagai kompetisi di daerah tidak berhenti pada perolehan trofi, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan yang lebih terarah.
Dukungan terhadap pembinaan olahraga tersebut juga menjadi bagian dari perhatian Bank Kalsel terhadap pengembangan sumber daya manusia daerah. Regenerasi atlet dinilai penting agar Kalimantan Selatan memiliki lebih banyak talenta yang mampu bersaing dan membawa nama Banua ke tingkat yang lebih tinggi.
Turnamen Terbuka ke-VI DPRD Kalsel mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari kelompok usia, ganda putra, kelompok umur U-70, kategori internal DPRD Kalsel, kategori putri hingga kejuaraan domino.
Pada kelas eksternal dewasa kriteria A-C, Yossi Abdilah menjadi juara pertama, disusul Arya Setya sebagai juara kedua. Juara III bersama diraih Wildan dan M. Rizky.
Untuk ganda AC putra, pasangan Fadil–Gani keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Ady–Gilang, sementara juara III bersama diraih H. Rehan–Abi dan Rudi–Joni.
Kelompok umur U-70 dimenangkan Maydihasmi–Fadillah Rahman, disusul Gilang–Hendra Dermawan. Posisi juara III bersama ditempati Irman Qurtubi–Nono dan Rudy–Hendra.
Kategori internal DPRD Kalsel dimenangkan Ady Prasetya–Gazali, diikuti Surya–Eef. Juara III bersama diraih Upik–Haidir dan Ari–Sigit.
Sementara kategori putri menempatkan Maya Andriyani sebagai juara pertama, Aulia juara kedua dan Diah juara ketiga.
Adapun kejuaraan domino menempatkan Rahman sebagai juara pertama, Edo juara kedua, Rehan juara ketiga dan Wardi juara keempat.
Bagi Bank Kalsel, kompetisi seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar mencari pemenang. Turnamen menjadi ruang untuk menemukan bibit atlet, membangun pengalaman bertanding dan mendorong proses regenerasi olahraga di daerah.
Harapannya, atlet muda Banua tidak puas hanya menjadi juara di daerah. Mereka harus terus berkembang, naik kelas dan pada waktunya mampu bersaing membawa nama Kalimantan Selatan di tingkat regional maupun nasional.(M.Irfani).
