Menyusuri Riak Riam Kanan Lewat Paddle Board
Sensasi Wisata Petualangan Baru di Bukit Batu, Menikmati Alam dari Tengah Danau
Oleh: Olpah Sari
Pagi baru saja membuka tirai ketika permukaan air Riam Kanan mulai memantulkan cahaya matahari. Kabut tipis perlahan menghilang dari balik perbukitan hijau. Suara dayung menyentuh air menjadi irama tersendiri di tengah ketenangan alam.
Di atas permukaan danau, beberapa papan berwarna merah dan biru bergerak perlahan. Di atasnya berdiri para wisatawan dengan mengenakan pelampung keselamatan, mencoba menjaga keseimbangan sambil menikmati panorama Bukit Batu yang membentang megah.
Bukan perahu wisata dan bukan pula aktivitas rekreasi biasa.
Mereka sedang mencoba stand-up paddle board (SUP), olahraga air yang kini mulai menjadi daya tarik baru dalam pengembangan wisata petualangan di kawasan Riam Kanan, Kalimantan Selatan.
Dengan sebuah papan dan dayung panjang, wisatawan diajak merasakan pengalaman berbeda: berdiri di atas air, bergerak mengikuti irama alam, sekaligus menikmati keindahan lanskap dari sudut pandang yang tidak biasa.
Selama ini, Riam Kanan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit di Kalimantan Selatan. Kawasan ini menawarkan perpaduan antara waduk, gugusan pulau kecil, perbukitan hijau, serta suasana alam yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Namun tren pariwisata kini terus berkembang.Wisatawan masa kini tidak lagi hanya mencari tempat indah untuk berfoto. Mereka ingin mendapatkan pengalaman yang berkesan.
Mereka ingin berinteraksi langsung dengan alam. Konsep inilah yang kemudian menghadirkan aktivitas paddle board sebagai alternatif wisata berbasis pengalaman (experience tourism).
Dari atas papan, wisatawan dapat menikmati panorama Riam Kanan secara lebih dekat. Mereka bukan hanya menjadi penonton keindahan alam, tetapi menjadi bagian dari lanskap itu sendiri.

Empat Mahasiswa Menjajal Sensasi Paddle Board
Pengalaman tersebut dirasakan oleh empat mahasiswa bernama Ariyanty Nur Ramadhan, Siti Aulia Al-Zahra, Dewi Amelia Rahman, dan Annisa Nurfaiza.
Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan, mereka perlahan menaiki papan paddle board. Awalnya, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan tubuh agar tetap stabil di atas permukaan air.
Namun setelah beberapa kali mencoba, rasa takut berubah menjadi kesenangan.
“Paddle board ternyata tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana menikmati suasana alam dengan cara yang berbeda. Kita bisa merasakan ketenangan berada di tengah air,” ujar Ariyanty Nur Ramadhan.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan kesan berbeda dibandingkan wisata konvensional. Biasanya wisatawan menikmati pemandangan dari daratan.
Kini mereka dapat menikmati Riam Kanan langsung dari tengah danau.
Hal serupa dirasakan Siti Aulia Al-Zahra.Gadis cantik ini merasa ketagihan bermain Paddle Board.Karena itu ia memutuskan datang kembali di akhir pekan bersama teman sekampus dan keluarga ke Bukit Batu.
“Memang mengasyikan dan sehat.Hitung-hitung kita juga mendukung pariwisata di Banua. Sungguh tempat disini indah dan alami, sangat pas untuk Paddle board,” tutur Aulia, yang juga karyawan swasta ini.

Olahraga Air yang Menguji Keseimbangan
Stand-up paddle board merupakan olahraga air yang menggabungkan teknik dasar berselancar (surfing) dan kayak.
Pengguna berdiri di atas papan khusus dengan bantuan dayung panjang untuk mengatur arah dan pergerakan.
Sekilas terlihat sederhana. Namun, olahraga ini membutuhkan keseimbangan, koordinasi tubuh, serta konsentrasi.
Bagi pemula, langkah awal biasanya dimulai dengan duduk atau berlutut di atas papan sebelum mencoba berdiri.
Posisi kaki harus berada di tengah papan dengan jarak selebar bahu. Lutut sedikit ditekuk agar tubuh lebih stabil. Sementara gerakan mendayung sebaiknya menggunakan kombinasi kekuatan tangan dan otot inti tubuh.
“Yang paling penting adalah percaya diri. Jangan terlalu fokus takut jatuh, karena menjaga keseimbangan adalah bagian dari proses belajar,” kata Aulia
Bukan Sekadar Rekreasi, Tetapi Juga Menyehatkan
Di balik keseruannya, paddle board memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Aktivitas menjaga keseimbangan di atas papan membantu melatih otot inti (core muscle), memperkuat kaki, meningkatkan koordinasi tubuh, serta membakar kalori.
Namun manfaatnya tidak hanya dirasakan secara fisik. Berada di tengah alam terbuka memberikan efek relaksasi bagi pikiran.
Suara air yang tenang, udara segar, dan panorama perbukitan menjadi kombinasi yang mampu mengurangi stres setelah menjalani rutinitas sehari-hari.
Dewi Amelia Rahman mengungkapkan, pengalaman paddle board memberikan suasana yang menenangkan.
“Rasanya seperti menyatu dengan alam. Kita bisa menikmati pemandangan tanpa terburu-buru,” ujarnya sambil menyeruput es bobba.
Sementara itu bagi Annisa Nurfaiza, pengalaman mencoba paddle board di Riam Kanan meninggalkan cerita tersendiri.
“Selain mendapatkan pengalaman baru, kegiatan ini membuat kita lebih menghargai keindahan alam yang kita miliki,” katanya.
Potensi Sport Tourism Kalimantan Selatan
Kehadiran paddle board di Riam Kanan menunjukkan bahwa pariwisata kini bergerak menuju konsep yang lebih kreatif.
Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menciptakan aktivitas yang memiliki nilai pengalaman.
Inilah peluang besar bagi Kalimantan Selatan untuk mengembangkan sport tourism.
Dengan kekayaan alam berupa sungai, danau, pegunungan, dan kawasan pesisir, daerah ini memiliki modal kuat untuk menghadirkan berbagai aktivitas wisata berbasis petualangan.
Paddle board menjadi salah satu contoh bahwa inovasi wisata tidak selalu harus menghadirkan sesuatu yang mahal.
“Kadang, sebuah papan sederhana di atas air mampu menciptakan pengalaman luar biasa,” ungkap Syahriyanto Ruslan, Jurnalis Radio Elshinta Jakarta.
Ia berharap pemerintah provinsi dan dinas pariwisata terus mendukung eksistensi sport tourism seperti di kawasan Riam Kanan dan sekitarnya.
“Yang terpenting juga tetap safety bagi pengunjung dan wisatawan,” ucapnya.
