Komisi IV DPR RI Dukung Revitalisasi Gudang Bulog

0
MBA TATIEK

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi menyimak serius keterangan Direktur Utama Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. (Foto - Olpah Sari).

Komisi IV DPR RI menyatakan dukungan terhadap langkah Perum Bulog dalam melakukan revitalisasi gudang penyimpanan pangan di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat sistem logistik nasional dan menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Kalimantan Selatan, yang sekaligus meninjau langsung kondisi gudang Bulog serta meresmikan fasilitas gudang komoditas pangan di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menegaskan bahwa revitalisasi gudang menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas dan kapasitas penyimpanan pangan strategis nasional tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, sebagian besar infrastruktur gudang Bulog merupakan peninggalan lama yang kini membutuhkan pembaruan agar mampu menjawab tantangan distribusi dan penyimpanan pangan di masa kini.

“Gudang Bulog yang ada di Indonesia ini merupakan fasilitas lama yang sudah digunakan puluhan tahun. Karena itu perlu dilakukan revitalisasi agar fungsinya tetap optimal dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, program revitalisasi nasional yang mencakup 81 gudang Bulog di berbagai daerah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan dan memperlancar distribusi ke masyarakat.

 

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi memberikan keterangan pers usai Kunjungan Spesifik dan Peresmian Gudang Pangan Bulog Landasan Ulin Banjarbaru. (Foto – Olpah Sari).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga melakukan peninjauan langsung terhadap stok beras di Gudang Bulog Kalimantan Selatan. Hasilnya, stok dinilai mencukupi dengan kualitas penyimpanan yang tetap terjaga.

“Kami mengapresiasi pengelolaan stok di Kalimantan Selatan yang cukup dan kualitasnya masih baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan stok yang ideal adalah dengan menjaga masa simpan tidak terlalu lama agar kualitas beras tetap terjamin sebelum disalurkan kepada masyarakat.

“Idealnya penyimpanan tidak lebih dari enam bulan. Di sini rata-rata sekitar empat bulan, artinya perputaran stok berjalan baik,” tambahnya.

Komisi IV DPR RI berharap revitalisasi gudang Bulog dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan sekaligus memperkuat sistem distribusi pangan nasional, sehingga cadangan pangan pemerintah dapat dikelola lebih efektif dan efisien.

“Dengan adanya perbaikan ini, kami berharap gudang bisa menampung lebih banyak dan kualitas pangan tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!