Transfer Luar Negeri? Gunakan SWIFT Bank Kalsel
Foto Ilustrasi -Dok Olpah Sari - Economic Travelling.Com.
Meningkatnya aktivitas perdagangan, investasi, pendidikan, hingga bisnis digital lintas negara membuat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transfer internasional terus bertumbuh. Salah satu informasi penting yang wajib diketahui nasabah sebelum menerima kiriman dana dari luar negeri adalah SWIFT Code bank tujuan.
Bagi nasabah Bank Kalsel, kode SWIFT resmi yang digunakan untuk transaksi internasional adalah PDKSIDBB. Kode tersebut menjadi identitas Bank Kalsel dalam jaringan perbankan global sehingga wajib dicantumkan saat menerima transfer dana dari luar negeri maupun melakukan transaksi valuta asing.
SWIFT Code atau Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication merupakan kode identifikasi unik yang digunakan untuk mengenali bank atau lembaga keuangan dalam sistem pembayaran internasional. Kode ini juga dikenal sebagai Bank Identifier Code (BIC).
Secara sederhana, jika nomor rekening merupakan identitas nasabah, maka SWIFT Code merupakan identitas bank di tingkat internasional. Melalui kode tersebut, bank pengirim dapat memastikan dana yang dikirim masuk ke bank tujuan yang benar.
Jaringan SWIFT sendiri menghubungkan lebih dari 11.000 lembaga keuangan di lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia. Sistem ini tidak memindahkan dana secara langsung, melainkan mengirimkan instruksi transaksi yang aman dan terstandarisasi antarbank sehingga proses transfer lintas negara dapat berlangsung cepat, akurat, dan aman.
Bagi nasabah Bank Kalsel, penggunaan SWIFT Code PDKSIDBB menjadi syarat penting ketika menerima pembayaran dari perusahaan luar negeri, klien internasional, keluarga yang berada di luar negeri, maupun hasil transaksi ekspor dan impor.
Selain itu, kode tersebut juga dibutuhkan oleh pelaku usaha, eksportir, importir, pekerja migran, freelancer, hingga kreator digital yang menerima pembayaran dari platform internasional seperti Google AdSense, YouTube, ataupun perusahaan multinasional.
SWIFT Code terdiri atas delapan hingga sebelas karakter dengan format internasional yang memuat identitas bank, negara, lokasi, serta kode cabang. Untuk Bank Kalsel, PDKSIDBB menunjukkan identitas Bank Kalsel di Indonesia dengan referensi kantor utama dalam jaringan internasional.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa SWIFT Code berbeda dengan kode transfer antarbank domestik. Untuk transaksi antarbank di Indonesia melalui ATM, mobile banking, atau internet banking, nasabah Bank Kalsel tetap menggunakan kode bank 122.
Perbedaan tersebut masih kerap menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda. SWIFT Code digunakan khusus untuk transaksi internasional, sedangkan kode bank 122 hanya digunakan dalam sistem transfer domestik di Indonesia.
Nasabah yang membutuhkan informasi mengenai SWIFT Code dapat menemukannya melalui buku tabungan, rekening koran, layanan mobile banking atau internet banking apabila tersedia, situs resmi bank, maupun dengan menghubungi layanan pelanggan atau kantor cabang Bank Kalsel terdekat.
Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi global dan semakin banyaknya masyarakat yang melakukan transaksi lintas negara, pemahaman mengenai SWIFT Code menjadi semakin penting. Kesalahan dalam mencantumkan kode bank internasional dapat mengakibatkan keterlambatan proses transfer, bahkan berpotensi menyebabkan transaksi gagal diproses.
Sebagai bank pembangunan daerah yang terus bertransformasi, Bank Kalsel berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang aman, andal, dan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendukung transaksi internasional.
Karena itu, Bank Kalsel mengimbau seluruh nasabah untuk memastikan data penerima telah lengkap sebelum melakukan ataupun menerima transfer dari luar negeri, yakni nama penerima sesuai rekening, nomor rekening, nama bank tujuan, serta SWIFT Code resmi Bank Kalsel yakni PDKSIDBB.
Dengan informasi yang benar dan lengkap, proses transfer internasasional dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien, sehingga mendukung kelancaran aktivitas bisnis maupun kebutuhan finansial masyarakat di era ekonomi global.(Olpah Sari).

