Astra Sehat dan Ikhtiar Menjaga Generasi

0
ASTRA SEHAT

Oleh: Olpah Sari

Beberapa waktu lalu, saya pernah berkunjung ke sebuah di desa. Disana saya berdiri di sebuah Posyandu desa. Tempatnya sederhana. Tidak ada ruangan besar, pendingin udara, atau fasilitas yang serba mewah.

Hanya kursi plastik, timbangan bayi, buku catatan kesehatan, suara anak-anak kecil menangis sesekali, dan para ibu yang duduk sabar menunggu giliran.

Pemandangan seperti itu mungkin terlihat biasa bagi banyak orang.

Tetapi sebagai jurnalis, saya selalu percaya, sering kali, cerita besar justru lahir dari tempat-tempat yang dianggap sederhana.

Di Posyandu itu, saya melihat sesuatu yang lebih besar daripada sekadar aktivitas penimbangan balita.

Saya melihat bagaimana masa depan sedang dijaga perlahan, diam-diam, tetapi sungguh-sungguh.Bagaimana tidak, seorang ibu muda tampak serius mendengarkan arahan kader kesehatan tentang pola makan anaknya.

Di sudut lain, seorang balita ditimbang sambil menangis kecil, sementara ibunya mencoba menenangkan. Ada pula kader Posyandu yang dengan sabar mencatat perkembangan anak-anak satu per satu.

Di situ saya berpikir, mungkin beginilah cara bangsa menjaga masa depannya.

Tidak selalu lewat kebijakan besar atau pidato panjang. Kadang cukup dimulai dari memastikan seorang anak tumbuh sehat.

Sebab kita semua tahu, persoalan kesehatan anak hari ini bukan perkara ringan.

Indonesia masih menghadapi tantangan besar bernama stunting. Barangkali ini sebuah kondisi yang sering kali disalahpahami hanya sebagai tubuh anak yang lebih pendek dari seusianya. Padahal persoalannya jauh lebih dalam.

Stunting bisa memengaruhi tumbuh kembang otak, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup seseorang di masa depan. Yang membuatnya rumit, stunting tidak selalu terlihat jelas.

 

PT BCL ingin memastikan keberadaan perusahaan mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat( Foto – Humas Astra Agro Lestari).

Anak bisa saja tampak aktif bermain, tertawa, atau terlihat sehat. Namun tanpa pemenuhan gizi yang baik sejak awal kehidupan, dampaknya bisa terasa panjang.

Karena itu, persoalan ini sesungguhnya bukan hanya urusan pemerintah atau tenaga kesehatan. Ini urusan kita bersama. Termasuk perusahaan.

Saya sependapat, dalam kondisi begini,upaya  sedang dicoba dijalankan oleh PT Bhadra Cemerlang (PT BCL), bagian dari grup Astra Agro Lestari, melalui program Astra Sehat.

Alih-alih datang hanya membawa bantuan sesaat, perusahaan tampaknya memilih masuk ke persoalan yang lebih mendasar, memperkuat layanan kesehatan masyarakat desa.

Caranya sederhana, tetapi menurut saya cukup penting.

Melalui Astra Sehat, PT BCL membina 17 Posyandu di delapan desa sekitar wilayah operasional perusahaan.

Empat desa berada di Kabupaten Barito Timur,Kotam, Lalap, Bentot, dan Mawani. Empat lainnya berada di Kabupaten Tabalong yakni Bintang Ara, Kambitin Raya, Wayau, dan Gerunggang.

Bagi sebagian orang, angka-angka ini mungkin hanya terdengar seperti data program perusahaan.

Tetapi bagi masyarakat desa, Posyandu sering kali menjadi tempat paling dekat untuk bertanya soal kesehatan anak.

Karena di tempat itu ada ibu hamil memeriksakan kondisi mereka. Balita ditimbang. Penyuluhan gizi diberikan. Imunisasi dilakukan.

Bahkan kadang Posyandu menjadi ruang kecil tempat ibu-ibu saling belajar dan berbagi cerita tentang bagaimana membesarkan anak dengan sehat.

Saya melihat ada satu hal yang menarik dari pendekatan Astra Sehat,  program ini tidak berhenti pada bantuan.

Perusahaan mendorong penguatan sistem Lima Meja Posyandu, mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan tumbuh kembang, penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, hingga pelayanan kesehatan dasar.

Lebih jauh lagi, kader Posyandu juga ikut diperkuat kapasitasnya.

Bagi saya pribadi, para kader ini sering kali adalah pahlawan yang jarang mendapat sorotan.

Mereka mengenal warganya satu per satu. Tahu anak mana yang berat badannya turun.

Mengerti keluarga mana yang perlu perhatian lebih. Dan semua itu dilakukan dengan kesabaran luar biasa.

Perwakilan Management Area Kalimantan Selatan, Agus Budiarto, mengatakan perusahaan ingin memastikan keberadaannya benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

“PT BCL ingin memastikan keberadaan perusahaan mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kami melihat Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi masa depan desa,” katanya.

Kalimat itu membuat saya berpikir cukup lama.

Karena sesungguhnya, pertanyaan penting bagi perusahaan hari ini bukan lagi sekadar berapa besar bisnis bertumbuh, tetapi seberapa besar manfaat yang ikut tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya.

Apalagi jika berbicara tentang stunting.

Persoalan ini terlalu besar jika hanya diserahkan pada satu pihak. Pemerintah tentu punya peran. Tenaga kesehatan bekerja di lapangan.

Tetapi perusahaan juga punya ruang besar untuk ikut mengambil bagian, terutama mereka yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat desa.

Mengapa?

Karena generasi sehat bukan hanya kebutuhan keluarga, melainkan kebutuhan masa depan bersama.

Kita sering berbicara tentang Indonesia Emas, bonus demografi, dan generasi unggul. Tetapi kadang lupa bahwa semua mimpi besar itu dimulai dari sesuatu yang sederhana, anak-anak yang tumbuh sehat.

Apa artinya pembangunan jika anak-anak di sekitar wilayah industri justru tumbuh tanpa gizi yang cukup?

Apa gunanya pertumbuhan ekonomi jika kualitas manusianya tertinggal?

Sepanjang 2025, program Astra Sehat PT BCL telah menjangkau 812 penerima manfaat—terdiri dari 633 balita, 80 ibu hamil dan menyusui, serta 99 kader Posyandu.

Angka ini memang belum besar jika dibandingkan dengan tantangan stunting nasional.

Tetapi saya percaya, perubahan besar memang sering dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.

Dari Posyandu yang tetap hidup. Dari ibu yang semakin paham tentang gizi anak. Dari kader yang terus semangat mendampingi warga.

Dan dari perusahaan yang memilih hadir tidak hanya saat dibutuhkan secara bisnis, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan dukungan.

Harapan saya sederhana.

Semoga Astra Sehat tidak berhenti menjadi program rutin perusahaan, melainkan benar-benar tumbuh menjadi semangat bersama untuk melawan stunting, terutama di kawasan ring satu perusahaan dan sekitar wilayah grup Astra Agro Lestari.

Karena sejatinya, menjaga generasi bukan pekerjaan satu orang.Ini kerja panjang. Kerja bersama.

Dan mungkin, masa depan bangsa memang sedang dijaga diam-diam,di sebuah Posyandu desa.

Penulis adalah Jurnalis dan Pemimpin Umum Media Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!