Banjarmasin Cari Bibit Atlet Anggar Masa Depan
Suara benturan pedang anggar memecah suasana Markas Kodim 1007/Banjarmasin, Kamis (14/05/2026) pagi.
Di tengah rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, ratusan atlet muda saling beradu strategi dan ketangkasan dalam Kejuaraan Anggar Wali Kota Cup 2026.sebuah ajang yang tak sekadar mengejar medali, tetapi menjadi arena pencarian calon atlet masa depan.
Kejuaraan yang resmi dibuka Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, itu menghadirkan lebih dari 100 atlet dari berbagai kelompok usia, didominasi pelajar Kota Banjarmasin dan sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.
Ketua IKASI Kota Banjarmasin, Kolonel Czi Slamet Riyadi, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar agenda tahunan atau pelengkap perayaan hari jadi kota.
Menurutnya, olahraga anggar membutuhkan ruang kompetisi yang rutin agar pembinaan atlet muda tidak terputus.
“Kejuaraan ini menjadi momentum mencari bibit-bibit atlet anggar sejak dini. Harapan kita, anggar bisa menjadi olahraga andalan Kota Banjarmasin yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Tingginya jumlah peserta menjadi sinyal positif bahwa anggar perlahan mulai menarik perhatian generasi muda.
Selama ini, olahraga tersebut kerap dipandang eksklusif dan kurang populer dibanding sepak bola, bulutangkis, atau bela diri lainnya. Namun fakta di lapangan menunjukkan minat pelajar terhadap olahraga penuh strategi ini mulai tumbuh.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menilai pembinaan olahraga tidak boleh berhenti pada kompetisi seremonial.
Lebih jauh, olahraga harus menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda, mengasah disiplin, keberanian, sportivitas, dan daya juang.
Menurutnya, Wali Kota Cup perlu menjadi wadah yang mempertemukan atlet, pelatih, dan komunitas olahraga untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat.
“Yang paling penting bukan hanya juara, tetapi sportivitas dan bagaimana olahraga menjadi ruang silaturahmi serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Yamin.
Di antara ratusan peserta, semangat itu tampak dari wajah Rania, atlet berusia 13 tahun asal SMPN 1 Banjarmasin.
Seusai pertandingan, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia setelah berhasil mengumpulkan poin tinggi dalam laga yang dijalaninya.
Meski harus menjalani latihan intensif selama sekitar satu bulan, Rania mengaku justru semakin tertantang.
“Hati senang pang, dapat poin paling banyak. Lawannya lumayan susah,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Rania, anggar menawarkan tantangan berbeda dibanding olahraga lain. Kecepatan, ketepatan membaca gerakan lawan, dan strategi menjadi alasan dirinya jatuh hati pada cabang olahraga ini.
Kehadiran atlet-atlet muda seperti Rania menjadi penanda bahwa anggar mulai menemukan tempat di hati generasi muda Kota Seribu Sungai.
Namun tantangan berikutnya tak kecil. Pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar potensi atlet muda tak berhenti sebagai bakat sesaat. Pemkot Banjarmasin bersama IKASI dan KONI dituntut menjaga konsistensi kompetisi dan pelatihan agar mimpi melahirkan atlet anggar berprestasi tak berhenti di arena lokal.
Sebab dari benturan pedang kecil di arena Wali Kota Cup hari ini, bisa saja lahir atlet yang kelak membawa nama Banjarmasin ke panggung nasional bahkan internasional.(Ridzky Husna).
