Kalsel Maksimalkan Dana Abadi untuk Budaya

0
DANA ABADI KEBUDAYAAN

Foto Ilustrasi - Olpah Sari.

Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kebudayaan lokal melalui program Dana Abadi Kebudayaan.

Kegiatan sosialisasi program ini digelar oleh Kementerian Kebudayaan di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (11/05/2026), dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalsel, serta para pelaku dan penggiat budaya Banua .

Program Dana Abadi Kebudayaan di Kalsel bertujuan mendorong peningkatan jumlah penerima manfaat dari kalangan seniman, pekerja budaya, dan komunitas kreatif.

Hal ini sejalan dengan pengakuan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark, yang memperkuat identitas daerah sebagai kawasan kaya warisan budaya dan kearifan lokal.

Selain itu, potensi pekerja budaya di Kalimantan Selatan dinilai besar dan membutuhkan dukungan pendanaan agar karya dan aktivitas kebudayaan dapat berkembang lebih optimal .

Sekdaprov H. Muhammad Syarifuddin menyampaikan program Dana Abadi Kebudayaan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

“Sejumlah aset atau investasi disisihkan dan dikelola agar nilai pokoknya terus berkembang, sementara hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk pengembangan program pendidikan dan kebudayaan,” jelasnya .

Sosialisasi ini juga memberikan pemahaman mengenai tata cara pengusulan program dan mekanisme pendanaan. Sebanyak 52 organisasi, komunitas, dan lembaga budaya diundang untuk memastikan informasi mengenai Dana Abadi Kebudayaan menjangkau seluruh pihak yang bergerak di bidang kebudayaan.

Dari periode 2022–2025, jumlah penerima manfaat dari Kalimantan Selatan masih tergolong minim, hanya 21 orang dari total 3.757 penerima manfaat secara nasional .

Direktur Investasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Muhammad Oriza, menyampaikan bahwa Dana Abadi Kebudayaan telah mulai dianggarkan sejak 2021 dengan nilai awal Rp1 triliun. Saat ini, total dana yang dikelola mencapai Rp6 triliun, bagian dari keseluruhan dana abadi nasional sebesar Rp139 triliun. Tahun ini, LPDP menargetkan pendistribusian dana program budaya sebesar Rp500 miliar .

Sejumlah capaian nyata telah terlihat dari program ini, meliputi lebih dari 500 karya dan kreasi baru, termasuk 150 buku, 137 film dokumenter, 87 pertunjukan seni, serta berbagai karya digital dan aplikasi.

Selain itu, lebih dari 1.000 kegiatan publik telah terselenggara dengan melibatkan lebih dari 35 ribu pelaku budaya, 8.900 komunitas, dan menjangkau sekitar 1,5 juta masyarakat .

Pemerintah Provinsi Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota siap memberikan pendampingan kepada calon penerima manfaat dalam memenuhi tata cara pengajuan program.

Kolaborasi lintas sektor, termasuk SKPD, dinas pendidikan dan kebudayaan, organisasi, serta komunitas budaya, dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku budaya di Kalimantan Selatan .

Dengan pengakuan UNESCO dan dukungan Dana Abadi Kebudayaan, Kalimantan Selatan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat identitas daerahnya sekaligus memberikan ruang bagi generasi baru pekerja budaya untuk berkarya, menjaga warisan budaya, dan memperkaya kehidupan sosial masyarakat Banua.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!