Banjarmasin Siapkan Atlet Petarung Masa Depan

0
PETARUNG

Aksi Petarung dalam Wali Kota Cup Muaythai 2026. (Foto - Media Center Banjarmasin).

Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mempertegas arah pembinaan olahraga bela diri, khususnya muaythai, sebagai salah satu cabang potensial pencetak prestasi sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

Lewat Kejuaraan Wali Kota Cup Muaythai 2026, Banjarmasin menegaskan keseriusannya menyiapkan atlet petarung masa depan yang tangguh, disiplin, dan siap bersaing di level lebih tinggi.

Kejuaraan muaythai pertama yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin itu resmi dibuka Wali Kota Muhammad Yamin HR di kawasan eks Wisata Kuliner (KWK), Banjarmasin Utara, Sabtu (09/05/2026).

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin ini bukan sekadar kompetisi olahraga.

Lebih dari itu, kejuaraan diproyeksikan menjadi ruang pembinaan, pencarian bakat, sekaligus regenerasi atlet bela diri muaythai Kota Seribu Sungai.

Sebagai olahraga bela diri asal Thailand yang mengandalkan kombinasi pukulan, tendangan, siku, dan lutut, muaythai dikenal tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga membentuk mental bertanding, disiplin, fokus, dan daya juang tinggi.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin melihat muaythai sebagai olahraga strategis untuk membina generasi muda agar tumbuh sehat, kompetitif, serta terhindar dari pengaruh negatif lingkungan.

Yamin menegaskan bahwa olahraga bela diri seperti muaythai harus dipandang sebagai sarana pendidikan karakter, bukan sekadar arena pertarungan di atas ring.

“Muaythai bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana membentuk mental, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat juang anak-anak muda kita,” ujar Yamin.

Ia menekankan, melalui kejuaraan ini para atlet tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar menjunjung nilai kebersamaan, persaudaraan, dan rasa hormat antarsesama atlet.

“Kita ingin dari sini lahir bibit-bibit atlet potensial yang kelak membawa nama Banjarmasin di level provinsi, nasional, bahkan lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kejuaraan Fajrin Husnu menyebutkan sebanyak 40 atlet ambil bagian dalam kejuaraan perdana tersebut.

Para peserta dibagi ke dalam kategori pelajar dan dewasa, dengan pertandingan berlangsung selama tiga hari.

Menurut Fajrin, muaythai Banjarmasin memiliki rekam jejak prestasi yang cukup membanggakan, termasuk capaian positif pada ajang FORDA sebelumnya. Karena itu, regenerasi atlet dinilai menjadi kebutuhan penting agar prestasi terus berlanjut.

“Kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan dan penjaringan atlet. Kita ingin muncul petarung-petarung muda baru yang siap mengharumkan nama Banjarmasin,” ujarnya.

Melalui pembinaan yang konsisten, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap olahraga bela diri muaythai semakin berkembang dan menjadi salah satu cabang unggulan daerah.

Di tengah semangat 500 tahun Kota Banjarmasin, lahirnya generasi atlet muaythai yang tangguh dinilai bukan hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga investasi membangun karakter anak muda yang kuat, disiplin, dan bermental juara.(Ridzky Husna).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!