Banua Rally 2026, Jalan Baru Kalsel Menuju Panggung Nasional
Foto Ilustrasi - Dok M.Irfani.
Kalimantan Selatan tengah mengirim pesan tegas ke tingkat nasional, Banua siap naik kelas.
Lewat Banua Rally 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak sekadar menggelar ajang balap otomotif, tetapi sedang membangun panggung baru untuk memperkenalkan wajah daerah yang lebih kompetitif, modern, dan terbuka terhadap event berskala nasional maupun internasional.
Gubernur H. Muhidin resmi membuka Banua Rally 2026, seri pembuka Putaran 1 dan 2 Kejuaraan Nasional Rally Indonesia di kawasan Food Village Citra Mitra City, Jumat (08/05/2026) sore.
Sebanyak 45 pereli terbaik Indonesia turun bertarung di lintasan ekstrem sepanjang lebih dari 400 kilometer yang membentang dari Martadah hingga Pelaihari.
Trek khas Kalimantan Selatan yang memadukan jalur gravel, aspal cepat, tikungan teknis, hingga lompatan menantang menjadikan Banua Rally tampil sebagai salah satu seri paling menarik dalam kalender Kejurnas tahun ini.
Atmosfer kompetisi semakin kuat dengan hadirnya mobil-mobil rally spesifikasi internasional seperti Toyota GR Yaris, Škoda Fabia RS Rally2, hingga Hyundai i20 N yang melaju di lintasan khas Banua.

Namun, di balik gemuruh mesin dan semangat kompetisi, tersimpan agenda yang jauh lebih besar.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banua Rally adalah bagian dari strategi memperluas pengaruh daerah melalui sektor sport tourism, yang menggabungkan olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi investasi dalam satu momentum besar.
Muhidin menegaskan, Kalimantan Selatan tidak ingin hanya dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai provinsi yang mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional.
“Kami ingin Kalimantan Selatan semakin dikenal luas. Tidak hanya karena potensi daerahnya, tetapi juga karena kesiapan menjadi tuan rumah event besar yang memberi dampak ekonomi dan promosi bagi Banua,” ujar Muhidin.
Optimisme itu bukan tanpa dasar. Kehadiran Banua Rally diyakini membawa dampak ekonomi berantai bagi berbagai sektor. Tingkat hunian hotel meningkat, pelaku UMKM bergerak, sektor kuliner tumbuh, transportasi menggeliat, hingga destinasi wisata memperoleh efek promosi yang lebih luas.
Tak hanya ekonomi, ajang ini juga menjadi panggung pembinaan olahraga otomotif daerah. Pereli lokal Kalimantan Selatan mendapat ruang untuk menguji kemampuan melawan pembalap elite nasional, sekaligus memperkuat regenerasi atlet motorsport Banua.
Dukungan nasional terhadap Banua Rally juga terlihat dari hadirnya Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Moreno Soeprapto, Wakil Ketua IMI Ananda Mikola, serta Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman selaku Ketua Penyelenggara Banua Rally bersama jajaran Forkopimda.
Bagi Kalimantan Selatan, keberhasilan Banua Rally bukan hanya diukur dari siapa tercepat mencapai garis akhir. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ujian kesiapan daerah membangun reputasi sebagai penyelenggara event nasional yang profesional, aman, dan berkualitas.
Jika konsisten dikembangkan, Banua Rally berpotensi menjadi pintu masuk bagi Kalimantan Selatan menuju kalender event otomotif nasional yang lebih mapan, bahkan membuka peluang tampil di level internasional.
Dari lintasan Martadah hingga Pelaihari, Banua Rally 2026 menjadi simbol arah baru Kalimantan Selatan, bergerak lebih cepat, berpikir lebih besar, dan tampil lebih percaya diri di panggung nasional.(Muhammad Irfani).
