Barito Kuala Kawal Penuh Operasi Jantung Bayi Nazhan ke Jakarta

0
BAYI NAZHAN

Muhammad Nazhan Qamil, bayi berusia 4 bulan asal Murung Raya, Kecamatan Bakumpai, yang menderita kelainan jantung bawaan.(Foto - Kominfo Batola).

Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah terhadap Warga

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menunjukkan komitmen penuh dalam menjamin keselamatan warganya.

Kali ini, perhatian serius dicurahkan untuk Muhammad Nazhan Qamil, bayi berusia 4 bulan asal Murung Raya, Kecamatan Bakumpai, yang menderita kelainan jantung bawaan. Nazhan resmi dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, untuk menjalani tindakan operasi krusial.

Perjalanan medis Nazhan dimulai dari pemeriksaan di Puskesmas Bakumpai hingga RSUD H. Abdul Aziz Marabahan.

Mengingat kompleksitas kondisinya, ia sempat ditangani di Poli Jantung RS Ulin Banjarmasin. Namun, diagnosa medis mengharuskan tindakan operasi segera yang hanya tersedia di fasilitas spesialis nasional di Jakarta.

Menyadari kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, Pemkab Barito Kuala tidak tinggal diam. Melalui sinergi dengan Baznas, pemerintah daerah memastikan seluruh biaya pendukung pengobatan Nazhan terakomodasi.

“Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada warga yang berjuang sendirian dalam kondisi sulit seperti ini,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Batola, Sugimin, SKM., M.Kes.

Tak sekadar bantuan dana, Pemkab Batola juga memberikan pengawalan medis yang sangat ketat. Dalam keberangkatannya, Nazhan didampingi langsung oleh Bidan Desa dan tenaga medis dari RSUD H. Abdul Aziz Marabahan.

Tim pendamping ini bertugas memastikan keamanan medis selama perjalanan, sekaligus membantu seluruh urusan administrasi dan pemondokan keluarga selama di ibu kota.

Bukti kesiagaan pemerintah terlihat saat keberangkatan yang dijadwalkan pada Kamis (16/04/2026) pukul 12.00 WITA sempat terkendala. Saat di bandara, kondisi Nazhan sempat mengalami sesak napas hilang timbul.

Merespons rekomendasi KKP Bandara, Dinkes Batola langsung bergerak cepat memfasilitasi konsultasi darurat ke RS Siloam Banjarmasin sore harinya.

Langkah taktis pun diambil dengan merencanakan perpindahan maskapai yang memiliki standar oksigen medis terbaik demi keamanan sang bayi selama penerbangan.

“Tahap pertama di Jakarta dijadwalkan selama 10 hari untuk observasi dan tindakan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Barito Kuala agar bayi Nazhan diberikan kekuatan dan kesembuhan, sehingga bisa kembali ke pelukan keluarga dalam kondisi sehat,” harap Sugimin.

Upaya ini menjadi potret nyata bahwa bagi Pemerintah Barito Kuala, keselamatan nyawa setiap warganya.Sekecil apa pun usianya adalah prioritas utama yang harus diperjuangkan hingga tuntas.(Olpah Sari).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!