Aset Lama Dilepas, Banjarmasin Bidik PAD Rp2 Miliar
Foto Ilustrasi - Lelang aset Pemerintah Kota Banjarmasin. (Foto - Ridzky Husna).
Pemerintah Kota Banjarmasin mulai melepas ratusan aset lama yang selama ini menjadi beban pemeliharaan.
Sebanyak 112 paket aset daerah, terdiri dari kendaraan dinas hingga bongkaran bangunan, resmi dilelang dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bakula, kantor BPKPAD Kota Banjarmasin, Senin(23/02/2026).
Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin Edy Wibowo mengatakan pelelangan tersebut merupakan bagian dari upaya rasionalisasi aset sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Seluruh proses telah melalui tahapan administratif dan teknis, mulai dari usulan, cek fisik, penilaian, hingga persetujuan kepala daerah,” kata Edy.
Ia menjelaskan, aset yang dilelang mencakup 57 unit sepeda motor, dua unit kendaraan roda tiga, 47 unit mobil dinas, serta enam paket bongkaran bangunan.
Sebagian kendaraan tersimpan di gudang aset milik pemerintah, sementara lainnya masih berada di satuan kerja perangkat daerah dan lokasi penitipan.
Menurut Edy, sebelum dilelang, setiap aset telah diperiksa secara fisik oleh instansi teknis terkait. Kendaraan dinilai oleh dinas perhubungan, sedangkan bongkaran bangunan diverifikasi dinas pekerjaan umum.
Setelah itu, tim penilai menetapkan nilai limit sebagai dasar pelelangan. “Tahap berikutnya adalah pengajuan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang untuk verifikasi data dan penjadwalan lelang,” ujarnya.
Pelaksanaan lelang dibagi dalam dua tahap, yakni 23 Februari dan 25 Februari 2026. Pembagian ini dilakukan untuk memudahkan proses administrasi dan pengelompokan aset berdasarkan jenisnya.
Pemerintah memperkirakan total nilai lelang mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Seluruh hasilnya akan masuk ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah.
Di balik pelepasan aset tersebut, terdapat pertimbangan efisiensi anggaran. Banyak kendaraan dinas yang dilelang telah berusia lebih dari satu dekade dengan tingkat kelayakan menurun.
Biaya pemeliharaan yang tinggi dinilai tidak lagi sebanding dengan nilai manfaatnya. “Kondisinya rata-rata sekitar 70 persen. Beban perawatan sudah cukup besar, sehingga lebih efektif untuk dilepas,” kata Edy.
Selain 112 paket yang tengah dilelang, pemerintah kota juga sedang memproses penghapusan 37 unit kendaraan dinas pejabat. Saat ini, aset tersebut masih dalam tahap kajian oleh tim penghapusan sebelum diusulkan untuk dilelang.
Langkah ini mencerminkan pergeseran pendekatan dalam pengelolaan aset daerahdari sekadar mempertahankan kepemilikan menuju optimalisasi nilai ekonomi.
Di tengah tuntutan transparansi dan efisiensi fiskal, pelelangan aset menjadi instrumen untuk mengubah barang yang tidak lagi produktif menjadi sumber penerimaan baru.
Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, pelelangan ini bukan sekadar melepas barang lama, melainkan bagian dari strategi memperkuat fondasi keuangan daerah. Aset yang sebelumnya tersimpan tanpa fungsi kini diharapkan kembali berkontribusi, bukan lagi sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya.(Ridzky Husna).
