Waspada Inflasi dari Langit
Foto Ilustrasi - Penumpang pesawat (pemudik) saat ingin pulang ke kampung halaman menggunakan pesawat udara. (Foto - Risanta).
Stabilnya harga bahan pokok di awal 2026 menjadi kabar baik bagi Kalimantan Selatan. Namun, pengalaman berulang menunjukkan bahwa ancaman inflasi tidak selalu datang dari pasar tradisional, melainkan justru turun dari langit melalui lonjakan harga tiket pesawat menjelang musim mudik Lebaran.
Sektor penerbangan selama ini dikenal sebagai penyumbang inflasi musiman. Dalam beberapa tahun terakhir, komponen transportasi udara kerap mendorong inflasi bulanan nasional. Data historis menunjukkan bahwa pada periode Lebaran, harga tiket pesawat dapat naik signifikan, terutama pada rute-rute padat seperti Kalimantan–Jawa.
Lonjakan ini bukan semata akibat kenaikan biaya operasional, tetapi juga karena ketimpangan antara permintaan yang meningkat tajam dan kapasitas penerbangan yang relatif terbatas.
Bagi daerah seperti Kalimantan Selatan, yang mobilitas warganya sangat bergantung pada transportasi udara, kondisi tersebut menjadi tantangan serius.
Kenaikan harga tiket bukan hanya membebani rumah tangga, tetapi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat dan mendorong inflasi lanjutan melalui kenaikan biaya logistik dan jasa.
Ada sejumlah faktor yang membuat harga tiket pesawat mudah melonjak saat mudik. Pola permintaan musiman menyebabkan lonjakan penumpang dalam waktu singkat, sementara armada pesawat tidak bertambah secara signifikan.
Struktur biaya penerbangan juga masih sensitif terhadap fluktuasi harga avtur dan biaya operasional lainnya. Di sisi lain, perilaku pasar turut memainkan peran, ketika ruang tarif batas atas dimanfaatkan secara maksimal pada periode puncak.
Menyadari risiko tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memasang pagar pengaman sejak dini. Pengendalian inflasi di sektor transportasi bukan berarti mematikan bisnis maskapai, melainkan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan perlindungan konsumen.
Pengawasan terhadap tarif batas atas menjadi langkah penting agar harga tidak melampaui ketentuan yang berlaku. Di saat yang sama, keberlanjutan kebijakan subsidi avtur dan relaksasi pajak diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga tiket.
Upaya lain yang tak kalah penting adalah mendorong penambahan kapasitas penerbangan pada rute-rute padat. Tambahan frekuensi atau penerbangan ekstra dapat membantu meredam tekanan harga, karena semakin longgar suplai, semakin kecil ruang lonjakan tarif.
Diversifikasi moda transportasi juga menjadi opsi strategis, dengan memperkuat transportasi laut dan darat sebagai alternatif perjalanan mudik.
Namun, pengendalian inflasi tidak bisa sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah. Perilaku konsumen memegang peran krusial dalam membentuk pergerakan harga.
Menyimak paparan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, mengingatkan pentingnya perencanaan perjalanan sejak dini. Sebuah imbauan yang menjadi satu catatan penting dalam rutinitas tahunan bernama mudik lebaran.
Masyarakat yang membeli tiket lebih awal dan menghindari masa puncak secara langsung membantu menyebar permintaan agar tidak menumpuk dalam satu waktu.
Pesan tersebut sederhana, tetapi relevan dalam konteks ekonomi. Ketika masyarakat bertindak rasional, tekanan harga dapat diredam tanpa intervensi berlebihan. Inflasi, dalam banyak kasus, bukan hanya soal pasokan, tetapi juga soal perilaku.
Lebaran selalu menjadi ujian klasik bagi stabilitas harga. Bagi Kalimantan Selatan, tantangan utamanya bukan lagi bahan pokok, melainkan biaya mobilitas masyarakat. Jika sektor transportasi udara dapat dikendalikan dengan baik, risiko inflasi lanjutan akan jauh lebih kecil.
Koordinasi kebijakan yang disiplin, insentif yang tepat sasaran, serta partisipasi masyarakat yang bijak akan menentukan apakah inflasi dari langit ini bisa dijinakkan.
Jika berhasil, Lebaran 2026 tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga cermin keberhasilan daerah dalam menjaga ketenangan ekonomi di tengah tekanan musiman. (Muhammad Risanta).

