Wisata Daerah Bencana Bisa Dikemas Lewat Konsep Charity Tourism
Foto Ilustrasi - Wisata Kepedulian Bencana.(Foto - Redaksi).
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta sejumlah wilayah lain di Indonesia, diharapkan tidak melumpuhkan sektor pariwisata. Wisatawan tetap dapat melanjutkan rencana berlibur ke daerah terdampak melalui konsep Charity Tourism atau wisata berbasis kepedulian sosial.
Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Azwani Awi, mengatakan konsep charity tourism dapat dikemas pelaku pariwisata dalam bentuk paket perjalanan wisata dengan menyisipkan kegiatan pemberian bantuan kepada korban bencana.
“Konsep ini bisa dijual oleh biro perjalanan wisata. Wisatawan tidak hanya berlibur, tetapi juga ikut berkontribusi membantu korban terdampak bencana,” kata Azwani, Selasa (12/01/2026).
Menurutnya, bantuan dapat disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak maupun melalui lembaga atau pihak terkait yang menangani penyaluran bantuan kemanusiaan.
Ia menjelaskan, penyusunan itinerary paket wisata dapat diatur secara fleksibel. Misalnya, pada hari pertama wisatawan melakukan kunjungan ke lokasi terdampak bencana sekaligus menggelar bakti sosial atau menyerahkan bantuan, kemudian pada hari berikutnya berwisata ke destinasi yang masih aman dan layak dikunjungi.
“Contohnya di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Destinasi seperti Sabang, Bukittinggi, dan Danau Toba masih bisa dikunjungi wisatawan karena banyak objek wisata yang tetap beroperasi dan aman,” ujarnya.
Azwani pun mengimbau wisatawan nusantara maupun mancanegara agar tidak ragu berkunjung ke daerah-daerah tersebut. Ia menilai, selama ini masih muncul anggapan keliru bahwa wilayah pascabencana tidak nyaman untuk dikunjungi.
Bahkan, lanjut dia, beredar isu-isu tidak jelas sumbernya, seperti kekhawatiran terjadinya kembali banjir bandang, yang justru berdampak negatif terhadap sektor pariwisata. Akibatnya, banyak grup wisatawan membatalkan perjalanan, padahal informasi tersebut tidak benar.
“Cukup sudah narasi-narasi negatif disebarkan di berbagai platform. Sekarang saatnya membangun narasi positif agar pariwisata dalam negeri kembali bangkit pascabencana,” tegas Azwani.
Ia juga mengajak pelaku pariwisata di daerah terdampak banjir untuk bangkit bersama dan menghidupkan kembali destinasi wisata. Menurutnya, kebangkitan sektor pariwisata akan berdampak langsung pada pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
“Dalam penyusunan paket wisata dikenal konsep something to see, something to do, dan something to buy. Nah, pada bagian something to do, kegiatan donasi atau aksi sosial bisa dimasukkan sebagai bagian dari pengalaman wisata,” pungkasnya.(Olpah Sari).
