Gus Ipul Turun ke Lokasi Banjir Sungai Tabuk
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan Pers. (Foto - Olpah Sari).
Anak-anak Jadi Perhatian Utama Pemerintah
Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (04/01/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril dan psikososial kepada warga terdampak, khususnya anak-anak.
Di lokasi pengungsian, Gus Ipul menyempatkan diri duduk bersama warga di bawah tenda darurat. Ia menyapa satu per satu anak-anak korban banjir dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Aktivitas sederhana itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma akibat bencana.
Suasana pengungsian yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah lebih hangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, tertawa, dan berinteraksi tanpa rasa takut. Kehadiran Menteri Sosial dinilai memberi semangat baru bagi para pengungsi, terutama kelompok rentan.
Selain dukungan moril, Kementerian Sosial juga menurunkan tim layanan dukungan psikososial untuk mendampingi anak-anak melalui berbagai aktivitas bermain dan edukatif. Pendampingan ini bertujuan membantu anak-anak kembali merasa aman dan nyaman di tengah situasi darurat.

Kemensos turut menyalurkan bantuan logistik dan bingkisan kepada anak-anak dan keluarga terdampak sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar yang mendesak selama masa tanggap darurat banjir.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, khususnya anak-anak, agar mereka tetap memiliki semangat di tengah situasi sulit,” ujar Gus Ipul di sela-sela kunjungannya.
Gus Ipul menegaskan, penanganan banjir tidak hanya difokuskan pada bantuan darurat, tetapi juga pemulihan jangka menengah dan panjang. Pemerintah pusat, kata dia, berkomitmen mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Upaya pemulihan tersebut meliputi perbaikan infrastruktur dasar, normalisasi akses transportasi, serta dukungan terhadap aktivitas usaha mikro agar roda perekonomian warga dapat kembali berjalan.
Banjir yang melanda Kecamatan Sungai Tabuk merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan sejak awal 2026. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu dan berkelanjutan.(Olpah Sari).
