Menaklukkan Bukit Martadah Baru

0
RISANTA UTAMA

Foto Ilustrasi - Perjuangan keras pesepeda putri saat melintasi tanjakan di salah satu trek perbukitan berdebu plus lumpur pada bulan Desember.(Foto-Economic Travelling.Com).

Saat Mountain Bike Menggerakkan Sport Tourism Desa di Kalsel

Pagi itu, Bukit Martadah Baru tidak hanya dipenuhi embun dan hijau perbukitan. Deru ban sepeda yang menghantam tanah, napas para goweser yang berpacu dengan tanjakan, serta sorak komunitas sepeda gunung menjadikan desa ini hidup sebagai arena petualangan.

Di sinilah, di Desa Martadah Baru, Kabupaten Tanah Laut, mountain bike (MTB) menemukan kembali habitat alaminya dan sekaligus membuka peluang baru sport tourism berbasis desa di Kalimantan Selatan.

Event MTB yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan pada pertengahan Desember 2025 menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Dengan sekitar 70 peserta dari berbagai komunitas sepeda gunung se-Kalsel, kegiatan ini menjelma sebagai etalase potensi alam desa yang selama ini tersembunyi. Jalur perbukitan, trek alami, serta lanskap terbuka menjadikan Martadah Baru representatif sebagai destinasi olahraga berbasis alam.

Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel, Rijal Hamid, kepada awak media menegaskan pemilihan Martadah Baru bukan tanpa pertimbangan. Karakter alam desa ini dinilai ideal untuk sepeda gunung yang sejatinya dirancang untuk jalur off-road.

“Sepeda gunung itu mainnya di gunung. Bukan di jalan raya atau ke mal. Di Martadah Baru, trek dan kontur alamnya memang sesuai dengan peruntukan MTB,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap tren bersepeda gunung di kawasan urban. Melalui event ini, Dispora Kalsel ingin mengembalikan marwah MTB sebagai olahraga alam terbuka, sekaligus mengedukasi komunitas agar bersepeda sesuai dengan karakter cabang olahraganya.

 

Foto Ilustrasi – perjuangan seorang pesepeda melintasi kawasan terjal berdebu plus lumpur. (Foto-Economic Travelling.Com).

Olahraga, Wisata, dan Desa

Namun, daya tarik Martadah Baru tidak berhenti pada trek. Event MTB ini perlahan membangun narasi baru, olahraga sebagai pintu masuk pengembangan wisata desa. Kehadiran ratusan peserta dan pendamping membuka peluang ekonomi lokal,dari konsumsi kuliner, jasa parkir, hingga potensi homestay yang bisa dikembangkan ke depan.

Inilah wajah sport tourism yang mulai tumbuh di Kalimantan Selatan sederhana, berbasis alam, dan digerakkan komunitas. Desa tidak lagi hanya menjadi latar, tetapi aktor utama dalam pengalaman wisata aktif. Trek sepeda gunung berubah menjadi aset, bukit menjadi daya tarik, dan event olahraga menjadi promosi destinasi.

Bagi Dispora Kalsel, event ini juga memiliki fungsi pembinaan. Tujuh kelas yang dipertandingkan dari kategori junior hingga dewasa, putra dan putri menjadi ruang evaluasi kemampuan atlet dan penghobi MTB. Olahraga rekreasi dan prestasi berjalan beriringan, tanpa kehilangan unsur kegembiraan dan petualangan.

“Ini bukan hanya lomba, tapi juga latihan bersama. Dari sini kita bisa melihat potensi atlet, sekaligus menjaga ekosistem komunitas sepeda gunung di Kalsel,” kata Rijal.

Masa Depan Sport Tourism Kalsel

Ke depan, Dispora Kalsel berkomitmen memperbanyak event serupa dengan memanfaatkan potensi alam di berbagai daerah. Konsepnya jelas: olahraga harus menyatu dengan ruangnya, dan wisata harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Martadah Baru menjadi contoh awal bagaimana sebuah desa bisa bergerak melalui olahraga. Saat ban sepeda menapak tanah bukit, yang digerakkan bukan hanya adrenalin para goweser, tetapi juga roda ekonomi desa dan imajinasi baru tentang pariwisata Kalimantan Selatan,aktif, berkelanjutan, dan berakar pada alamnya sendiri.(Muhammad Irfani).

Muhammad Irfani aldalah Jurnalis Economic Travelling.Com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!