Meratus Geopark Run, Sensasi Lari di Tengah Hutan Kota

0
GEOPARK MERATUS RUN

Sejumlah peserta antusias berlari di antara rimbunnya pepohonan dalam Geopark Meratus Run.(Foto-MC Kalsel).

Ribuan pelari merasakan pengalaman berbeda saat mengikuti Meratus Geopark Run 2025 yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Sabtu (06/12/2025).

Untuk pertama kalinya, ajang lari ini menghadirkan sensasi berolahraga di tengah suasana yang menyerupai hutan kota, lengkap dengan pepohonan rindang, udara segar, dan rute alami.

Sejak pagi, kawasan Kebun Raya Banua sudah dipadati peserta dari berbagai daerah. Suasana hangat dan penuh semangat terasa di sepanjang rute, yang memadukan lintasan taman, area rindang, jalur terbuka, hingga spot-spot ikon Kebun Raya Banua.

Peserta tidak hanya sekadar berlari, tetapi juga menikmati momen berfoto, menghirup udara segar, dan merasakan keteduhan pohon-pohon besar yang menaungi jalur lari.

“Senang sekali bisa lari dengan nuansa hijau seperti ini. Lebih segar dan menenangkan,” ujar Ryan salah satu peserta yang terlihat antusias.

Hal serupa dirasakan Maya, Runner yang baru pertama kali ikut event yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin yang diwakili Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz.

“Serasa berlari di hutan saja, sejuk dan menyenangkan melihat pemandangan alam pepohonan hingga tak terasa berlari sampai ke finish,”tuturnya.

Kawasan utama yang ada di Kebun Raya Banua (sering disebut juga Hutan Raya Banua) meliputi Taman Buah, Taman Bunga, Taman Labirin, Taman Toga (Tanaman Obat), Embung Botani serta area area konservasi flora endemik Kalimantan, termasuk tanaman obat langka seperti Tabat Barito dan Bawang Dayak.

Meratus Geopark Run 2025 digagas sebagai wadah untuk menggabungkan olahraga, edukasi lingkungan, dan promosi kekayaan alam Kalimantan Selatan.

Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz menyebut Meratus Geopark Run bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga cara baru memperkenalkan kekayaan alam Kalimantan Selatan kepada masyarakat.

“Peserta hari ini merasakan langsung atmosfer Kebun Raya Banua yang asri dan menyejukkan. Ini sensasi berlari yang berbeda, seolah berada di tengah hutan kota,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sekaligus mengajak masyarakat lebih mengenal dan mencintai Meratus Geopark yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

“Kita ingin masyarakat semakin dekat dengan alam Meratus dan bangga menjaga kelestariannya,” kata Pebriadin.

tahunan yang semakin berkembang.

“Mudah-mudahan ke depan bisa berkembang menjadi event level nasional bahkan internasional, dengan kategori jarak yang lebih panjang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga kebersihan area Kebun Raya Banua sebagai bentuk penghargaan terhadap alam.

“Alam Meratus adalah amanah untuk anak cucu. Mari kita jaga bersama,” pesannya.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!