Perjuangan Bakti “Si Bolang” Raih Sarjana

0
SI BOLANG BAKTI UTAMA

SI Bolang Bakti bersama ayahnya, M Hatta dan adiknya usai menjalani prosesi wisuda. (Foto-Olpah Sari)

Namanya mungkin tak setenar para lulusan terbaik di Wisuda S1 STIE Pancasetia Banjarmasin, Sabtu 22 November 2025. Namun perjalanan hidup pemuda bernama Saidina Ali Bakti Alamsyah menyimpan kisah yang jauh lebih menyentuh.

Di masa kecil, Bakti pernah mencuri perhatian publik lewat program Si Bolang di Trans7 tahun 2012. Bersama pemeran utama Si Bolang, Fikri Husaini, ia mewakili Kalimantan Selatan mengikuti Jambore Si Bolang di Ciawi Bogor, dan kembali tampil pada Jambore 2013 di Sentul City. Kelincahan dan ketangkasannya membuat julukan Si Bolang melekat kuat pada sosoknya. Ia bahkan sempat menjadi pusat perhatian selama jambore berlangsung, setelah berhasil menjuarai beberapa lomba.

Kini, lebih dari satu dekade berlalu, Si Bolang dari Landasan Ulin Banjarbaru itu kembali menorehkan prestasi, bukan di layar televisi, tetapi di jenjang pendidikan tinggi. Bakti adalah satu dari ratusan mahasiswa STIE Pancasetia yang berhasil menyelesaikan studi dengan baik.

 

Si Bolang bersama Kedua orangtua dan adik-adiknya.
Si Bolang Saidina Ali Bakti Alamsyah, salah saytu wisudawan S1 STIE Pancasetia. (Foto-Olpah Sari).

Perjalanan menuju gelar sarjana tidak datang dengan mudah. Ia harus membagi waktu antara bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu instansi Pemprov Kalsel dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah.

Gaji yang tak seberapa membuatnya terbiasa berhemat. Ia tidak ingin membebani kedua orang tuanya, Muhammad Hatta dan Mariyana,  yang hidup sederhana di Jalan Ahmad Yani Km 21, Jalan Timbang Rasa RT 01 RW 01, Landasan Ulin Utara, Banjarbaru.

Dengan tekad kuat, Bakti bekerja keras membiayai kuliahnya sendiri. Yang penting halal, ujarnya suatu ketika. Prinsip itu menjadi pegangan yang menuntunnya menembus masa-masa sulit.

Bagi Bakti, gelar sarjana bukan hanya tanda kelulusan. Ia adalah simbol perjuangan, bukti bahwa anak dari keluarga biasa pun bisa berdiri tegak menyongsong masa depan. Gelar ini, katanya, menjadi penyemangat baru untuk memperbaiki ekonomi keluarga dan memberi dampak positif bagi orang-orang yang ia cintai.

Dari Si Bolang yang lincah, kini Bakti menjelma menjadi sarjana muda yang siap menapak ke tahap hidup berikutnya,tetap rendah hati, tetap bekerja keras, dan tetap membawa semangat petualang yang dulu membuatnya dikenal banyak orang.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!