Andri Radiany Sebut AI Akan Mengubah Tatanan Kehidupan

0
PA ANDRI

Project Officer STIE Pancasetia Banjarmasin, Dr Andri Radiany, menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik 2025.(Foto-Olpah Sari).

AI atau Artificial Intelligence bukan lagi sekadar teknologi baru, tetapi kekuatan besar yang sedang mengubah tatanan kehidupan. Karena itu, kata Project Officer STIE Pancasetia, Dr. M. Andri Radiany BFt MM, setiap individu harus menguasai AI, bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai kemampuan yang melekat dalam diri.

Andri menekankan bahwa langkah pertama adalah menguasai diri sendiri. Pilih lingkungan yang mampu mendorong kualitas hidup, memperkuat karakter, dan membuka ruang untuk belajar hal-hal baru.

“Dari lingkungan yang tepat, tumbuh motivasi untuk berkembang dan kemampuan untuk beradaptasi,” pesannya saat memberikan sambutan khusus Wisuda S1 dan S2, STIE Pancasetia, di Restoran Lima Rasa, Sabtu (22/11/2025).

 

Project Officer STIE Pancasetia Dr Andri Radiany bersama Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR dan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair,, serta pejabat lainnya dan Guru Besar STIE Pancasetia.(Foto-Olpah Sari).

Ia juga memperkenalkan konsep “bersyukur secara aktif”. Ini bukan sekadar sikap hati, tetapi bentuk mental programming,algoritma batin yang menjadi fondasi emosional seseorang.

“Dengan mentalitas ini, kita lebih siap menghadapi perubahan, lebih tegar saat berproses, dan lebih sadar terhadap peluang yang datang,” tambah eksekutif muda energik ini.

Pada akhirnya menurut Andri, pengetahuan,termasuk pengetahuan tentang AI,harus ditempatkan sebagai alat transformasi, bukan sekadar konsumsi. Bukan hanya dipelajari, tetapi dipraktikkan untuk menghasilkan perubahan nyata, dalam cara bekerja, cara berpikir, dan cara memaknai kehidupan sehari-hari.

“Di era yang bergerak cepat, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh kesiapan mental, lingkungan yang mendukung, dan kemauan untuk menjadikan ilmu sebagai kekuatan perubahan,”tegas putra sulung mendiang Prof Rahmadi Radiany, Founder STIE Pancasetia.

 

Samiati salah satu Alumni S2 bersama Dosen STIE Pancasetia, Banjarmasin, M.Risanta.(Foto-Olpah Sari).

Pesan ini mendapat apresiasi langsung dari para lulusan yang diwisuda hari itu. Petuah Andri Radiani sebagai Project Officer STIE Pancasetia terasa begitu kuat, bermakna, dan dalam. Sejumlah filosofi yang ia paparkan menjadi inspirasi bagi siapa pun yang mendengarnya, terutama bagi generasi muda yang siap memasuki dunia baru yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan.

Bagi Samiati, salah satu lulusan S2, pesan tersebut harus dimaknai dengan sungguh-sungguh. Baginya, pemanfaatan AI merupakan langkah penting untuk menghadirkan pekerjaan yang lebih profesional, cepat, dan presisi. Namun, ia juga menegaskan bahwa teknologi tidak boleh membuat manusia menjadi bergantung sepenuhnya.

“Terima kasih, Pak Andri, sungguh menginspirasi ,”ujar perempuan berparas ayu asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Pesan yang disampaikan hari itu menurutnya memberikan perspektif baru bagi para lulusan tentang bagaimana menempatkan AI sebagai pendukung kualitas hidup, bukan sebagai pengendali kehidupan.(Olpah Sari Risanta).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!