Satu Data UMKM, Satu Langkah Maju Banua
Foto Ilustrasi - Pelaku UMKM dalam sebuah event Bazar 2025.
Catatan Ringan Tim Redaksi Economic Travelling.Com
UMKM selalu punya cerita. Di warung pinggir jalan, di pasar tradisional, atau bahkan di ruang-ruang digital tempat anak muda menjual karya kreatifnya. Mereka adalah denyut nadi ekonomi Banua (daerah,red), hadir di setiap sudut kehidupan. Namun satu hal yang sering kita temui ketika berbincang dengan para pelaku UMKM adalah soal “data”.
Berapa jumlah UMKM di Kalimantan Selatan? Apa saja jenis usahanya? Siapa yang masih butuh permodalan, siapa yang sudah siap go digital? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sering kali simpang siur. Data di instansi A berbeda dengan data di instansi B. Akibatnya, program bantuan yang sejatinya baik, kadang meleset dari sasaran.
Di sinilah hadirnya Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) menjadi penting. Pemerintah mencoba menata ulang fondasi. Satu data, satu pintu, satu sumber rujukan. Tidak lagi tercecer, tidak lagi tumpang tindih.
Bagi kami di redaksi, SIDT bukan sekadar proyek digitalisasi. Ia adalah bentuk keberpihakan. Negara ingin hadir lebih dekat kepada pelaku usaha kecil. Melalui SIDT, UMKM bukan lagi angka anonim dalam tabel statistik, melainkan wajah-wajah konkret yang bisa dijangkau dengan kebijakan tepat.

Lebih menarik lagi, SIDT bukan hanya soal pencatatan. Ia membuka jalan mudah bagi UMKM mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Sederhana, tapi dampaknya besar. Dengan NIB, UMKM punya identitas resmi layaknya KTP usaha. Dari situ terbuka akses modal perbankan, peluang mendapatkan Kredit Usaha Rakyat, hingga kesempatan ikut tender pemerintah. Satu langkah administratif, tapi bisa jadi lompatan besar bagi masa depan usaha.
Namun, tentu saja perjalanan ini tidak mulus. Literasi digital masih rendah, terutama di pelosok Banua. Ada pelaku usaha yang bahkan baru mendengar istilah SIDT. Ada pula yang khawatir prosesnya rumit. Padahal, semangatnya justru untuk memudahkan. Tantangan inilah yang kini perlu dijawab bersama. Pemerintah daerah khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, pendamping lapangan, bahkan media punya peran untuk terus mengedukasi.
Kita percaya, ketika data ditata, kebijakan akan lebih adil. Ketika UMKM lebih mudah mendapat akses, ekonomi rakyat akan lebih kuat. Satu data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan kompas yang menuntun arah pembangunan.
Catatan ringan ini ingin menegaskan, SIDT adalah langkah maju. UMKM di Banua kini punya peluang untuk lebih berdaya. Dan bagi kita semua, ini momentum untuk menyalakan optimisme. Karena di balik satu data, tersimpan satu harapan besar: ekonomi rakyat yang makin kokoh, inklusif, dan sejahtera.(Tim Redaksi).
