Kinerja Pamor Borneo 2025 Mengesankan

0
PAMOR BORNEO AKHIR 3

Foto Ilustrasi - Borneo Business & Investment Forum (BBIF) 2025, yang berhasil melahirkan 15 Letter of Interest (LoI) dengan total nilai Rp55,37 triliun. Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat Rp3,02 triliun. (Foto-Humas Bank Indonesia).

Cetak Rekor Investasi dan Kinerja UMKM Terbesar

Gelaran tahunan Pamor Borneo 2025 yang berlangsung pada 21–24 Agustus 2025 di Duta Mall Banjarmasin menorehkan capaian gemilang. Acara yang diprakarsai oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini terbukti menjadi ajang strategis untuk menggerakkan ekosistem ekonomi Kalimantan, yang meliputi sektor UMKM, investasi, dan pariwisata.

Puncak keberhasilan terlihat pada Borneo Business & Investment Forum (BBIF) 2025, yang berhasil melahirkan 15 Letter of Interest (LoI) dengan total nilai fantastis, Rp55,37 triliun. Angka ini melonjak tajam hingga 18 kali lipat dari capaian tahun 2024 yang hanya mencapai Rp3,02 triliun. Penandatanganan LoI dilakukan langsung oleh delegasi investor dari 10 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Tercatat, 14 delegasi dari 11 perusahaan dan lembaga internasional turut hadir, mewakili duta besar, lembaga keuangan, hingga perusahaan multinasional.

“Ketertarikan investor pada BBIF 2025 merata di berbagai proyek strategis. Optimalisasi Fasilitas Cold Storage dan Rumah Potong Unggas Modern di Kalimantan Selatan menjadi magnet terbesar dengan empat LoI senilai Rp54 miliar,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi dalam siaran persnya, Jumat (29/08/2025).

Dia pun juga menyebutkan keberhasilan lainya seperti Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kusan menarik dua LoI senilai Rp2,6 triliun, dan Sistem Pengolahan Limbah Balikpapan juga memperoleh dua LoI senilai Rp526,4 miliar.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi saat meninjau stan Expo Pamor Borneo 2025 (Foto – Humas Bank Indonesia).

Sejumlah proyek besar lainnya juga tak luput dari perhatian investor, seperti Kawasan Industri Ketapang untuk Hilirisasi Bauksit (Rp37,18 triliun), Komoditas Turunan Kelapa Sawit di KEK Maloy (Rp8,6 triliun), Industri Hilirisasi Minyak Kelapa Sawit Fatty Acid (Rp3,74 triliun), serta Pembangunan Pelabuhan Margasari Baru di Tapin (Rp1,69 triliun). Tak hanya itu, sektor lain seperti budidaya udang, pengelolaan limbah medis, hingga pembangunan rumah sakit juga berhasil menarik investasi signifikan.

“Selain investasi, Pamor Borneo 2025 juga memperkuat peran UMKM sebagai motor penggerak ekonomi. Nilai transaksi UMKM selama acara mencapai Rp1,35 miliar, meningkat 16,47% dari tahun sebelumnya. Dukungan dari perbankan turut memperkuat kinerja UMKM melalui komitmen pembiayaan senilai Rp10,83 miliar, yang akan membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” tambahnya lagi.

 

Delegasi internasional saat mengunjungi salah satu situs Geopark Meratus di Tahura Sultan Adam Mandiangin.(Foto-Humas Bank Indonesia).

Dari sisi pariwisata, Pamor Borneo 2025 sukses mempromosikan keindahan alam Kalimantan Selatan. Delegasi internasional diajak langsung mengunjungi Geopark Meratus, yang baru saja ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada April 2025. Status bergengsi ini tak hanya menempatkan Kalimantan Selatan di peta pariwisata dunia, tetapi juga membuka peluang baru untuk investasi di sektor ekowisata dan infrastruktur pariwisata berkelanjutan.

Secara keseluruhan, dengan capaian luar biasa di tiga sektor utama, Pamor Borneo 2025 membuktikan dirinya sebagai katalisator nyata bagi transformasi ekonomi Kalimantan. Lonjakan investasi hingga puluhan triliun rupiah, kinerja UMKM yang terus meningkat, dan promosi pariwisata ke kancah global menjadi bukti nyata kepercayaan dunia terhadap potensi Kalimantan.

Pencapaian ini sejalan dengan visi pembangunan nasional untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan. Melalui sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, dan mitra global, Kalimantan kini siap mengambil peran strategis sebagai motor pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia.(Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis – Pemimpin Umum Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!