Kalsel “Menduniakan” Kesenian Kuda Gipang

0
KUDA GEPANG RISANTA

Pertunjukan Tarian Kuda Gipang di Auditorium Soesilo Soerdarman Kementerian Pariwisata RI di Jakarta. (Foto - Risanta).

Kesenian Khas Banjar Siap Pukau Panggung Global

Gemuruh musik tradisional yang rancak, gerak tari dinamis, dan kuda-kudaan anyaman bambu yang lincah – itulah Kuda Gipang, kesenian  khas Banjar yang kini bersiap menjejakkan kaki di panggung dunia.

Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui berbagai inisiatif budaya, bertekad menduniakan kesenian warisan leluhur ini, membuktikan kekayaan budaya Banua tak lekang oleh waktu dan siap memukau mata internasional.

Selama ini, Kuda Gipang dikenal sebagai salah satu bentuk Jaranan yang akarnya kuat di tanah Banjar, sebuah akulturasi budaya yang unik dan kaya makna. Namun, potensi Kuda Gepang melampaui batas lokal. Pemerintah Provinsi Kalsel, bersama pegiat seni dan budayawan, kini serius mengemas dan mempromosikannya sebagai ikon budaya yang layak dikenal dunia.

Kuda Gipang adalah tarian rakyat tradisional dari masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang melibatkan properti kuda tiruan dari anyaman bambu. Sejatinya tarian ini berbeda dengan kuda lumping dari pulau Jawa. Karena Kuda Gipang dijepit di ketiak penari dan diiringi musik Gamelan Banjar, serta menampilkan gerakan tarian yang energik dan seringkali tanpa kesadaran penari, yang dianggap sebagai bukti kekuatan mistis. Tarian ini memiliki makna kehormatan, simbol keberanian, serta menjadi sarana ritual dan pelestarian budaya.

Dan Rabu Malam (27/08/2025) sebuah apresiasi diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap Kesenian Kuda Gipang dalam acara bertajuk Malam Anugerah Kebudayaan dan Pergelaran Kuda Gipang hadir memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, di halaman Kantor Eks Gubernur Kalsel, Kawasan Nol Kilometer Banjarmasin.

 

Wakil Gubernur kalsel Hanuriyadi Sulaiman saat memberikan penghargaaan kepada para tokoh budaya di Kalsel dan apresiasi terhadap kesenian Kuda Gipang. (Foto – Dok Biro Adpim).

Wakil Gubernur Kalsel, H Hasnuriyadi Sulaiman kepada awak media menyebutkan Malam Anugerah Kebudayaan momentum tepat untuk memperkenalkan identitas Banua melalui kesenian dan kebudayaan.

“Tidak hanya sebagai identitas daerah, kesenian dan kebudayaan juga menjadi media pemersatu masyarakat Kalsel agar lebih dikenal baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya.

Lebih jauh pria yang baru saja mendapat amanah sebagai Manajer Timnas U-17 menginginkan lewat event budaya ini mampu memicu semangat generasi muda untuk terus melestarikan seni dan budaya Banua, khususnya Kuda Gipang yang kini sedang diusulkan sebagai kesenian asli Kalimantan Selatan.

“Kuda Gipang bukan hanya sekadar tarian, melainkan narasi tentang identitas, semangat, dan kearifan lokal Banjar yang universal,karena itu mari kita lestarikan.Harapan kita generasi akan datang terus menjaga dan merawat serta melestarikan kesenian ini sebagai identitas daerah kita,” tambahnya lagi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sendiri melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah mengusulkan Tari Kuda Gipang sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ke UNESCO.Usulan ini menurut Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra guna memastikan agar kesenian yang merupakan warisan leluhur tidak diklaim negara lain.

Berbagai upaya konkret sedang digalakkan. Mulai dari dokumentasi digital secara menyeluruh, pelatihan bagi seniman muda, hingga kolaborasi dengan event organizer internasional. Tak hanya itu, pemerintah juga berencana untuk mendukung partisipasi sanggar-sanggar Kuda Gipang dalam festival seni dan budaya berskala internasional.

Salah satu fokus utama adalah adaptasi tanpa menghilangkan esensi. Kuda Gipang akan dikemas agar lebih mudah dipahami oleh audiens global,  melalui narasi visual yang kuat atau penggunaan teknologi pendukung tanpa mengurangi keaslian gerak dan musiknya. Ini adalah tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan bahwa tradisi bisa berdialog dengan modernitas. (Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!