Selamat Datang di Kalsel Park Tahura Sultan Adam

0
KALSEL PARK UTAMA

Penandatanganan Kerjasama strategis antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan PT Shafwah Global Utama disaksikan Wakil Gubernur Kalsel, H Hasnuriyadi . (Foto- Dok Donny Sophandi).

Janji pemerintahan H Muhidin dan Hasnuriyadi terus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan bukan sekedar janji. Kedua pemimpin ini melalui intansi terkaitnya berupaya keras memajukan pariwisata dunia yang mendunia. Terlebih dengan diakuinya Geopark Meratus oleh UNESCO dengan berstatus UNESCO Global Geoparks.

Dan terbaru salah satu pengembangan kawasan wisata berkelanjutan diresmikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi. Dia adalah Kalsel Park – Mandiangin, sebuah kawasan wisata berbasis konservasi yang terletak di dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar.

Keberadaan Kalsel Park ini semakin melengkapi sarana dan prasarana yang dimiliki Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Keindahan alam perbukitan dengan pemandangan alamnya, menjadikan kawasan ini bagaikan sorga tersembunyi di Kalimantan Selatan.

Ditata dengan suasana modern tanpa meninggalkan kesan natural sebuah kawasan hutan dan perbukitan asli yang merupakan bagian yang membentang pegunungan Meratus dan Geopark, Tahura Sultan Adam selalu menawarkan sensasi berwisata yang beda bagi wisatawan yang mengunjunginya.

Kalsel Park dan Tahura Sultan Adam yang mendunia, setidaknya inilah ekspektasi jangka panjang yang dirancang Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan Provinsi Dan Peluncuran Kalsel Park sendiri dihadiri secara daring perwakilan 14 negara sebagai mitra wisata dalam Forum on Eco-Geo Tourism.

 

Apresiasi berbagai negara untuk Kalsel Park. (Foto- Dok Donny Sophandi).

Nah di Kalsel Park sendiri telah tersedia fasilitas yang dapat mendukung wisatawan nusantara dan mancanegara.Mulai Meeting Outdoor Area, Kafe dan Restoran bernuansa alam, yang teater terbuka sebagai ruang ekspresi seni dan hiburan di tengah suasana hutan tropis.

Tentunya yang selalu diimpikan pengunjung adalah area Glamping. Konsep ini menggabungkan pengalaman berkemah di alam terbuka dengan fasilitas dan kenyamanan layaknya di hotel.

Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman  seperti yang dilansir Wasaka.Kalselprov.go id, sangat mengapresiasi dan penghargaan tinggi atas dukungan sektor swasta dalam mewujudkan pariwisata berbasis konservasi yang progresif di Kalimantan Selatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Shafwah Global Utama. Ini adalah langkah luar biasa yang memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai tujuan wisata nasional dengan potensi yang sangat menjanjikan,” ujar Hasnuryadi.

Lebih jauh pria yang juga CEO PS Barito Putera menyebutkan kolaborasi pemerintah dan swasta membuktikan keteguhan bersama membangun pariwisata.Karenanya dalam launching ini mereka mempromosikan ke 14 dalam dalam Forum On Eco-Geo Tourism, yang menjadi ajang promosi di kancah dunia.

Kalsel Park – Mandiangin ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan PT Shafwah Global Utama yang ditandatangani pada 15 Juli 2023.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi kawasan Tahura Sultan Adam, tidak hanya sebagai objek wisata alam, tetapi juga sebagai model pengembangan Eco-Geo Tourism—sebuah pendekatan pariwisata yang memadukan prinsip-prinsip ekowisata dan geowisata secara berkelanjutan.

“Ruang lingkup kerja sama ini disepakati selama 5 tahun dan dapat diperpanjang secara bertahap hingga mencapai 20 tahun ke depan,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra.

Bu Aya panggilan akrab Fathimatuzzahra , membeberkan kerja sama ini menggunakan pola bagi hasil yang telah disepakati kedua belah pihak. Pada lima tahun pertama, proyek akan dijalankan dengan komposisi pembagian keuntungan 30% untuk Pemerintah Provinsi Kalsel dan 70% untuk PT Shafwah Global Utama.

Skema tersebut akan terus diperpanjang setiap lima tahun, hingga memasuki fase keempat, dengan komposisi keuntungan yang menjadi seimbang, yaitu 50% : 50% antara pemerintah daerah dan mitra swasta

“Kami ingin agar Tahura tidak hanya menjadi paru-paru Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan ekonomi hijau yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya. (Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!