Bank Kalsel Berharap Guru di HST Jadi Agen Literasi Keuangan
Tim Bank Kalsel yang dipimpin Rabiatur Fahmi mengenalkan produk dan layanan Bank Kalsel. (Foto-Humas Bank Kalsel).
Pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan perlu ditingkatkan karena dapat meningkatkan inklusi keuangan, mengoptimalkan pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis, serta mengurangi risiko keuangan.
Dengan literasi keuangan yang lebih baik, masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara lebih efektif, membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana, dan menghindari potensi penipuan atau kerugian finansial.
Hal ini mengemuka dalam Edukasi literasi keuangan bagi kalangan pendidik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, yang diselenggarakan Bank Kalsel dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel, di Barabai, Rabu (21/05/2025).
Dalam Edukasi literasi keuangan tersebut sejumlah tenaga pendidik hingga kepala sekolah mendapat pengetahuan terkait OJK, peran dan fungsi OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, serta edukasi tentang bahaya aktivitas keuangan illegal. Tak hanya itu peserta pun mendapat pengetahuan terbaru terkait Produk dan Layanan Bank kalsel seperti AKSEL by Bank Kalsel dan Kredit Multiguna untuk para ASN serta produk lainnya.
Plt. Kepala Cabang Bank Kalsel Barabai, Rabiatur Fahmi berharap para guru di HST menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekolah dan masyarakat,khususnya di Banua.
“Kami berharap para guru yang hadir hari ini menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekolah dan masyarakat, sejalan dengan semangat inklusi keuangan yang merata dan berkelanjutan, Bank Kalsel sendiri tentunya juga berkomitmen terus mendukung literasi dan edukasi keuangan,” ungkap Fahmi.

Lebih lanjut, Fahmi juga menegaskan komitmen Bank Kalsel untuk terus hadir mendukung penguatan literasi keuangan, khususnya bagi tenaga pendidik sebagai pilar utama dalam membentuk generasi yang cerdas dan bijak secara finansial.
Edukasi dan literasi sendiri adalah dua hal yang saling terkait. Edukasi merupakan proses pembelajaran dan pemberian pengetahuan, sedangkan literasi adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi dalam berbagai konteks. Dengan kata lain, edukasi adalah cara untuk mencapai literasi.
Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut dia juga mengenalkan beragam produk dan layanan Bank Kalsel yang dapat dimanfaatkan tenaga pendidik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Diantaranya terdapat Aksel by Bank Kalsel, aplikasi digital yang memudahkan transaksi perbankan secara cepat, mudan, aman dan nyaman hanya dengan satu genggaman.
Selanjutnya ada pula Produk pinjaman/kredit, seperti Kredit Multiguna untuk ASN yang masih aktif hingga pensiun dengan proses pengajuan yang mudah dan bunga yang kompetitif.
“Selanjutnya Tabungan Simpel dan TabunganKu, edukasi kepada siswa-siswi di sekolah agar menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Kemudian ada Layanan konsultasi keuangan, guna membantu nasabah memahami produk perbankan dan mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya saat diskusi dengan sejumlah pengajar di Barabai. (Olpah Sari).
