Bank Kalsel & OJK Edukasi Pendidik HST Literasi Keuangan
Foto - Humas Bank Kalsel.
Komitmen Bank Kalsel mendukung program pemerintah edukasi literasi keuangan terus berjalan. Berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, lembaga jasa keuangan ini pun menggelar Edukasi literasi keuangan bagi kalangan pendidik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
Edukasi literasi keuangan ini salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Literasi Keuangan 2025, dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Barabai, Rabu (21/005/2025).
Kegiatan yang dibuka resmi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar, mendapat perhatian kalangan tenaga pendidik. Karena peserta mendapat pembekalan pengetahuan langsung dari para ahlinya dari Bank Kalsel dan OJK.Peserta yang terdiri dari guru hingga kepala sekolah se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tak beranjak hingga acara edukasi dan literasi keuangan berakhir.
“Kegiatan ini sangat menarik karena banyak pengetahuan terkait sektor jasa keuangan dan hal-hal perlu diketahui khalayak termasuk pendidik, pinjaman online ilegal (pinjol), judi slot terselubung, hingga modus penipuan seperti social engineering dan investasi bodong yang marak.Pokoknya materinya keren banget,” ujar Sri salah satu peserta edukasi literasi keuangan.

Materi literasi yang disampaikan antara lain mencakup pengenalan OJK, peran dan fungsi OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, serta edukasi tentang bahaya aktivitas keuangan illegal. Sedangkan Bank Kalsel menyajika informasi Produk dan Layanan Bank kalsel seperti AKSEL by Bank Kalsel dan Kredit Multiguna untuk para ASN
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar menyatakan edukasi ini sangat penting untuk membentengi tenaga pendidik dari jebakan keuangan ilegal.
“Tenaga pendidik adalah garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang melek finansial. Literasi keuangan harus dimulai dari para guru, agar dapat diturunkan kepada siswa dan lingkungan sekolah,” ujar Anhar.
Anhar pun sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Bank Kalsel dan OJK, karena memberikan nilai plus pengetahuan bagi jajaran pendidik di Bumi Murakata. Dengan pemahaman keuangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat khusus tenagga pendidik, inklusi keuangan dapat dicapai di daerah ini.
Sementara itu Perwakilan OJK Kalsel, Andika Prassetia menekankan urgensi literasi finansial di era digital yang penuh risiko.
“Kasus penipuan keuangan digital terus meningkat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat—terutama tenaga pendidik—memiliki pemahaman dan kewaspadaan tinggi terhadap tawaran keuangan yang tidak masuk akal,” kata Andika.
Literasi Keuangan sendiri adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.(Olpah Sari).
