Bersyukurnya Banjarmasin Air Bersih Mengalir Sampai Jauh

0
INTAKE PTAM UTAMA.jpg

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyerahkan kenang-kenangan Buku Perjalanan Ibnu Sina kepada Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, M Ahdiat.

Sebagai kota berbasis sungai memiliki luas 98,46 Kilometer serta ditopang 5 Kecamatan serta 52 Kelurahan, Banjarmasin pun tumbuh pesat sebagai kota niaga dan jasa.

Kota berjuluk Seribu Sungai, yang terindah dengan wisata sungai yang mendunia, bahkan digadang-gadangkan sebagai kota metropolitan selain DKI Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya, serta enam kota di luar Jawa, yaitu Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Manado, dan Makassar.

Dengan penduduk yang mencapai 679,64 ribu jiwa data per 2024, Banjarmasin mesti terpenuhi kebutuhan air bersih. Sekedar diketahui keterbatasan air bersih dan sanitasi yang layak menjadi persoalan tersendiri sebuah kota menuju metropolitan.

“Banjarmasin itu mesti bersyukur, karena ketersediaan air bersih terus terjaga lewat pengolahan di Perusahaan Air Minum Bandarmasih. Sebagai warga Banjarmasin kami bersyukur air ledeng selalu “mengalir sampai jauh “ yang disediakan PT Air Minum Bandarmasih Banjarmasin,” tutur Syahriyanto Ruslan, salah satu warga Banjarmasin.

Seperti warga Banjarmasin lain, pria yang sehari-hari Jurnalis Radio Elshinta Jakarta ini, mengaku berkat manajemen yang baik dan dikelola pekerja profesional ketersediaan air bersih selalu tercukupi.Dia menilai kedewasaan dan profesionalismenya dalam memberikan pelayanan mencerminkan kalau trio direksi, M Ahdiat, Syahrani dan Edwarsyah sangat serius mengelola perusahaan terbesar pendistribusian air bersih di Banjarmasin.

 

Salah satu Intake PT Air Minum Bandarmasih Banjarmasin. (Foto-Dok Humas PT Air Minum Bandarmasih).

“Kami kira tagline “mengalirkan Kebaikan Untuk Pelanggan” mencerminkan PT Air Minum Bandarmasih semakin dekat dengan pelanggan dan bukan sekedar life service semata,” sambung Syahri yang juga salah satu Pengurus Perhimpunan Jurnalis Ekonomi Banua.

Kenangan baik pun juga dirasakan seorang Ibnu Sina. Wali Kota Banjarmasin dua periode ini pun mengenang kembali perjalanan panjang 9 tahun pasang surut kinerja PTAM Bandarmasih (dulu PDAM Banjarmasin, red) hingga bisa semakin maju seperti sekarang.

“Di usia PTAM yang telah menginjak setengah abad lebih, kita bersyukur atas segala pencapaian dan juga kinerja terbaik yang dipersembahkan semuanya terkait dengan pelayanan dasar berupa ketersediaan air minum dan air bersih,” ujarnya.

Ibnu Sina yang tinggal menghitung hari melepaskan masa jabatannya , menyebutkan 52 tahun bukanlah waktu yang singkat, pasang surut yang terjadi di perusahaan maupun aduan, kritik dan masukan dari masyarakat semua saling membersamai.

 

Wali Kota Banjarmasin dan jajaran Direksi PT Air Minum Bandarmasih menyerahkan penghargaan.

Pria yang juga Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam Kalsel, membeberkan bagaimana perjuangan PTAM Bandarmasih dulu pernah berada di titik nadir dengan berbagai persoalan dan keuntungan pendapatan yang hanya di kisaran 3 Miliar. Hingga saat ini, dengan berbagai inovasi, serta sinergi dari seluruh pihak, PTAM Bandarmasih bisa berbenah dan bangkit kembali.

“Saya bersyukur ketika saya masuk di PDAM Banjarmasin 9 tahun lalu itu suasana masih terpuruk bahkan keuntungan hanya 3 miliar dalam setahun. Dan Alhamdulillah kami meninggalkan jabatan sebagai Walikota dan pemegang saham, kini keuntungan hampir 46 miliar, jadi sudah cukup sehat,” kenangnya lagi.

Wali Kota Banjarmasin pun ingin memastikan bahwa layanan air bersih harus terdistribusi secara optimal kepada seluruh pelanggan tanpa terkecuali.

“Tinggal perbaikan kualitas pelayanan, memang masih ada PR lagi, pemasangan pipa di jalan A Yani dan Sutoyo dalam rangka meningkatkan layanan kita di Banjarmasin Barat, saya titipkan hal ini pada Pak Dirut, mudah-mudahan masyarakat semakin terlayani dengan baik, dan yang paling penting layanan harus terus ditingkatkan sampai ujung ke ujung karena seluruh warga kota harus mendapatkan air bersih,” pesannya.

Sementara dalam berbagai kesempatan Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Ahdiat mengatakan pihaknya juga terus melakukan kegiatan-kegiatan rutin, seperti, perbaikan pelayanan, perawatan, dan peningkatan jaringan pipa yang lainnya.
“Seperti pemasangan pipa primer, tersier, dan sekunder juga sudah kita lakukan selama ini. Setelah itu akan dilanjutkan ditahun 2025, kita juga ada beberapa program strategis, seperti perbaikan ke semua wilayah pelayanan PAM Bandarmasih,” beber Ahdiat.
“Untuk tahun 2025 kita akan mulai melaksanakan program pengembangan dengan skema pendanaan B to B atau Bisnis to Bisnis, dan saat ini sudah mulai berproses,”pungkasnya. (Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!