Inspirasi Wisata Bersih Dari Kota Tua Jakarta

0
LUDYA

Kawasan Wisata Tua Jakarta yang ikonik dan selalu dikunjungi wisatawan.

Menyebut Kota Tua Jakarta, tentu bukan asing bagi siapa saja, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara.Ini adalah salah satu destinasi populer di Jakarta. Di kawasan ini wisatawan akan menyaksikan sejumlah bangunan sarat sejarah bergaya kolonial Belanda.

Berada di wilayah Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, kawasan ini adalah lokasi strategis dan sangat favorit di kalangan traveler dan wisatawan. Konon ini adalah salah satu ikon Jakarta selain Tugu Monas dan Bundaran Hotel India Jakarta Pusat.

Menyusuri kawasan Wisata Tua Jakarta, tentu wisatawan bakal menemukan Taman Fatahillah, sisi lain ikon destinasi yang ramai dikunjungi ini. Biasanya wisatawan dan pengunjung akan bertamasya menjajal sepeda ontel untuk mengelilingi kawasan wisata Kota Tua Jakarta.

Tak hanya itu bagi yang suka koleksi foto wisata, bisa bisa berfoto dengan kostum ala noni Belanda sambil naik sepeda ontel tersebut.

“Dan tak kalah menarik adalah kita bisa menemukan atraksi seni dan unik di taman ini yang diperlihatkan sejumlah penggiat seni. Tentu yang suka berfoto, bisa mengambil momen di salah satu spot foto favorit dengan latar belakang bangunan Museum Fatahillah,” tutur Made Ludya Edwi Santhy, salah satu penggiat pariwisata nasional asal Banjarmasin.

 

Made Ludya bersama wisatawan mengunjungi kawasan Wisata Kota Tua Jakarta.

Ludya yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Kalsel,menyebut banyak objek wisata yang bisa dinikmati di destinasi yang selalu memberikan kenangan terindah bagi wisatawan. Salah satunya adalah bisa mengunjungi bangunan Museum Bank Indonesia dulunya digunakan oleh De Javasche Bank, yang merupakan cikal bakal Bank Indonesia.

“Kita sebagai warga Indonesia tentu sangat bangga dengan museum yang dikenal pula sebagai cagar budaya. Museum Bank Indonesia ini pertama kali dibuka untuk umum pada 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, salah satu destinasi yang menyimpan seribu cerita tentang perbankan dan mata uang negeri kita.Nilai wisata edukasinya luar biasa,” terang perempuan cantik yang sempat mengenyam kuliah kepariwisataan di Jogjakarta.

Made Ludya pun bersyukur kawasan Wisata Kota Tua Jakarta tetap terawat dan terjaga. Terlebih Kota Tua Jakarta menjadi teladan atau contoh nyata gerakan kolektif dan aksi kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Artha Graha Peduli yang diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, yang dilakukan Minggu barusan (16/02/2025).

 

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam acara “Gerakan Wisata Bersih” di Museum Fatahillah Kota Tua, Jakarta, Minggu (16/02/2024) (Foto – Dok Biro Komunikasi Kemenpar).

Bahkan seorang Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana sangat mengapresiasi komitmen nyata yang ditunjukkan oleh Artha Graha Peduli, karena berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia melalui dukungannya untuk aktivitas Gerakan Wisata Bersih.

Kemenpar juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengimplementasikan secara aktif langkah-langkah strategis dalam penanganan terkait isu-isu kebersihan.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh pemangku kepentingan mulai dari Artha Graha Peduli, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat lokal, hingga pelaku usaha wisata atas kesadaran dan komitmennya terhadap salah satu pilar penting dalam sapta pesona pariwisata yaitu kebersihan. Semoga aksi gerakan wisata bersih hari ini dapat menjadi inspirasi bagi destinasi wisata lainnya di Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.

Kolaborasi dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan aksi bersih di destinasi wisata, Menurut Menpar Widiyanti, bisa menciptakan destinasi wisata yang sehat, dan berdaya saing global, sehingga pariwisata Indonesia bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Menpar Widiyanti menyebutkan Kawasan Kota Tua menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih karena kawasan ini berpotensi tinggi menjadi destinasi pilihan wisatawan yang bersinggah di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia.

 

Sisi lain kawasan Wisata Kota Tua Jakarta yang mendapat perhatian serius Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana . (Foto- Dok Biro Komunikasi Kemenpar).

Kawasan Kota Tua Jakarta juga merupakan destinasi wisata yang kaya akan nilai sejarah, dan merupakan warisan budaya yang harus terus dipelihara. Kawasan Kota Tua Jakarta juga memiliki nilai strategis dalam industri pariwisata Indonesia.

“Dengan lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahunnya, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Sehingga agar destinasi ini bisa kita nikmati bersama dengan nyaman, menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kawasan Kota Tua merupakan tanggung jawab bersama,” sebut Menpar Widiyanti.

Founder Artha Graha Peduli, Tomy Winata, mengungkapkan Gerakan Wisata Bersih ini sejalan dengan visi Artha Graha Peduli, yaitu menjaga lingkungan hidup untuk membangun kebiasaan lebih bertanggung jawab.

 

Sudut indah Wisata Kota Tua Jakarta.

“Artha Graha Peduli berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI dan Pemprov DKI Jakarta atas kolaborasi dalam Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua. Kebersihan bukan hanya aspek penting dalam pengalaman wisata, tetapi juga fondasi bagi pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ungkap Tomy Winata.

Tomy menyampaikan dalam pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih ini AGP telah menurunkan sekitar 1.300 personel yang tergabung dalam tim saber (sapu bersih).

“Hari ini dari relawannya temen-temen Artha Graha Peduli 20 lebih unit dari yang berbeda-beda. Dari kami sekitar 1.300 lebih personel,” kata Tomy.

Tim Sapu Bersih AGP yang diterjunkan dalam Gerakan Wisata Bersih ini juga telah terlibat dalam event nasional seperti Event Formula E, Acara 1 Abad NU, Acara People Fest Pelantikan DPR, serta Pesta Rakyat Pelantikan Presiden Wapres RI. (Fikri Husaini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!