Spirit Kompetennya SDM Desa Wisata Pangrango Sukabumi

0
PANGRANGO 1

Peserta dan Narasumber Sosialisasi Desa Sadar Hukum dengan tema Perlindungan Hukum dan Peningkatan Kapasitas bagi Pelaku wisata, Senin (27/01/2025).

Menyebut nama Desa Wisata Pangrango, tidak lepas dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Desa ini pun selalu menjadi pusat perhatian, lantaran memiliki panorama alam yang indah dengan kearifan budaya lokal yang mempesona.

Desa ini dikenal sebagai daerah wisata yang memiliki keunikan dan cukup ikonik. Salah satunya adalah Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara. Catatan Kementerian Pariwisata menyebutkan panjang jembatan gantung ini adalah 243 meter dan lebar 1,8 meter.Tak hanya itu jembatan ini berada di ketinggian 121 meter dari permukaan tanah.

Potensi kekayaan alam dan budaya inilah menjadikan Desa Pangrango salah satu kawasan destinasi berbasis desa yang mirip dengan Vietnam dan negara Asia Tenggara menjadi kekuatan lain dari pariwisata di Jawa Barat.

Dalam mengelola pariwisata dan potensi desanya, Pangrango membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dan paham manajemen serta mendorong rasa memiliki yang tinggi akan budaya,wisata alamnya lewat sense of belonging (rasa memiliki yang tinggi).

Beruntungnya warga Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu desa yang memiliki pemikiran yang sangat bagus untuk penguatan kelembagaan dan tanggung jawabnya. Setidaknya potret ini terlihat dari antusiasme tinggi warga saat mengikuti Sosialisasi Desa Sadar Hukum dengan tema Perlindungan Hukum dan Peningkatan Kapasitas bagi Pelaku wisata, Senin (27/01/2025).

 

Para Narasumber memberikan pemikiran terbaik dalam memajukan SDM dan Desa Wisata Pangringo, Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan yang dipusatkan di destinasi wisata Tanakita 5 Star Camp, menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga yang kompeten, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Elang Khatulistiwa Indonesia. LPK ini merupakan lembaga pelatihan pertama di Indonesia yang membidangi Pelatihan Kerja bagi para pelaku wisata.

“Hal terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana kita bersama-sama,khususnya Pemerintah Desa dalam tingkat risiko kecelakaan kerja di sektor pariwisata, terutama di desa wisata Gede Pangrango,” terang Abby, Founder Elang Khatulistiwa Indonesia.

Abby yang menjadi narasumber kegiatan ini sangat mengapresiasi semangat luar biasa warga dan Pemerintah Desa Gede Pangrango. Perempuan yang dikenal sebagai salah satu Traveler Perempuan Indonesia, menilai mereka respon sekali dengan merawat dan menjaga wilayahnya yang merupakan kawasan wisata berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi sekali dan ini spirit luar biasa, bagaimana menanamkan pemahaman betapa pentingnya masyarakat lokal yang selalu menjaga wilayahnya dalam sektor pariwisata, dan semoga langkah ini diikuti oleh Desa-desa lainnya agar Indonesia menghadirkan destinasi wisata kepada wisatawan asing maupun lokal yang lebih baik” ujar Abby.

 

Sekertaris LPK Elang Khatulistiwa Indonesia Andi Suka memaparkan sisi-sisi lain pengetahuan P3K dan menjaga lingkungan.

Salah satu Penggiat Wisata juga sebagai Pemandu Wisata Alam, Ending Hoerudin, menekankan pula pentingnya pelatihan peningkatan kapasitas pemandu, antara lain skill dalam bidang pemetaan, manajemen Risiko, mitigasi bencana, K3 dan PPGD dll untuk menunjang dan menunjang dalam tingkat kepercayaan pengunjung kepada mereka guna memberikan pelayanan yang terbaik, aman dan nyaman.

“Tentunya tak hanya pembekalan ilmu dan wawasan agar pemandu wisata bisa mandiri, disisi lain mereka perlu adanya perlindungan hukum dan perlindungan kecelakaan serta kematian sebagai jaminan dalam menjalankan tugas mereka,” harap Ending Hoerudin.

Senada dengan itu Sekertaris LPK Elang Khatulistiwa Indonesia Andi Suka, berharap sosialisasi dan penguatan kapasitas pelaku pariwisata di Desa Wisata Pangrango ini terus berkesinambungan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakatnya.

“kami berharap langkah berikutnya untuk segera dilakukan Pelatihan bagi para pelaku wisata guna mencetak SDM yang unggul dan menjadi unsur penting dalam menukarkan perekonomian masyarakat khususnya di sektor pariwisata. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan langkah terbaik,” harap Andi.

Sementara itu Kepala Desa Gede Pangrango, Asep Badrutamam sangat berterimakasih dan bersyukur, masyarakatnya mendapat pencerahan dan pengetahuan terbarukan dari rekanan LPK Elang Khatulistiwa Indonesia. Tentunya ini menjadi spirit dan energi bagi Desa Wisata yang dikenal pula dengan kawasan sentra Lahang.

“Tentu energi positif sekali bagi Pangrango terus mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Ini edukasi inspiratif dalam memberikan pemahaman kepada para pelaku pariwisata khususnya wisata alam yang ada di wilayah kami, untuk menciptakan Desa Wisata yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung” tandasnya. (Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis & Pemimpin Umum Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!